Ketua DPRD Sleman Y Gustan Ganda Soroti Tantangan Alih Fungsi Lahan dalam Swasembada Pangan

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 19:30 WIB
RAPUR: Rapat paripurna untuk mendengar pidato kenegaraan presiden di Kantor DPRD Sleman Jumat (14/8). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
RAPUR: Rapat paripurna untuk mendengar pidato kenegaraan presiden di Kantor DPRD Sleman Jumat (14/8). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Upaya menjaga swasembada pangan di Kabupaten Sleman menghadapi tantangan besar. Di tengah dorongan meningkatkan produksi pangan, lahan pertanian justru terus terdesak alih fungsi untuk pembangunan pendidikan, perumahan, hingga homestay.

Ketua DPRD Sleman Y Gustan Ganda mengatakan, komoditas pangan yang diproduksi di Sleman hampir serupa dengan yang disebut Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan, yakni jagung dan beras. Namun, tantangan terbesar untuk mempertahankan produksi pangan berada pada ketersediaan lahan.

Baca Juga: Harga Telur Anjlok, Harga Daging Ayam Justru Melambung Tinggi

Ganda menilai, Sleman menjadi salah satu wilayah yang banyak diminati untuk pengembangan sektor pendidikan maupun ekonomi. Kondisi tersebut mendorong pembangunan berbagai fasilitas, mulai gedung kampus, perumahan, hingga homestay. "Sleman ini menjadi harapan banyak orang untuk tinggal di sini. Akhirnya alih fungsi lahan cukup tinggi. Nah itu tantangannya," katanya usai sidang paripurna dalam rangka mendengar pidato kenegaraan Presiden pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD Jumat (14/8).

Untuk mendukung swasembada pangan, DPRD Sleman telah menetapkan peraturan daerah tentang perlindungan dan pemberdayaan petani. Peraturan tersebut dibuat dengan mempertimbangkan pemenuhan hak dan kebutuhan dasar petani untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian sekaligus kesejahteraan mereka.

Baca Juga: Fantastis! Kejari Surabaya Sita 100 Kg Emas dan Uang Tunai Rp 6,1 Miliar Kasus TPPU Minerba 

Regulasi tersebut juga menyoroti berbagai tantangan sektor pertanian, mulai perubahan iklim, globalisasi dan gejolak ekonomi global, hingga sistem pasar yang kerap tidak berpihak kepada petani. "Di situ sudah kami kuatkan. Tinggal tindak lanjutnya saja. Kami akan berkoordinasi dengan akademisi, mana yang mampu dikuatkan hasil pangannya," katanya.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti capaian negara dalam mewujudkan swasembada pangan yang diklaim sudah tercapai hanya dalam satu tahun. Padahal, semula ditargetkan baru dapat terwujud dalam waktu empat tahun.

Keberhasilan tersebut turut dipengaruhi langkah tegas pemerintah dalam menghapus 145 aturan birokrasi penyaluran pupuk. "Harga pupuk berhasil kita turunkan dua persen, hal ini pertama kali terjadi dalam sejarah Indonesia," katanya.

Prabowo juga menyebut Indonesia telah mencapai swasembada sejumlah komoditas pangan, di antaranya beras, jagung, gula, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
ketua dprd sleman y gustan ganda swasembada pangan presiden prabowo subianto alih fungsi lahan pangan