Anggaran Tinggal Sepertiga Imbas Efisiensi, Tak Ada Formasi 45 di Paskibraka Sleman

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:00 WIB
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman Muhamad Aji Wibowo. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman Muhamad Aji Wibowo. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Efisiensi turut berdampak pada penyelenggaraan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sleman. Jika pada tahun 2025 anggaran mencapai Rp 1,8 miliar, sementara pada 2026 ini hanya tinggal Rp 683 juta. Kondisi dana yang tinggal sepertiga ini memengaruhi petugas Paskibraka yang diterima, dari tahun sebelumnya 74 orang kini hanya tinggal 38 saja.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman Muhamad Aji Wibowo menjelaskan, jika pada umumnya formasi Paskibraka terdiri dari 17-8-45 sebagai perlambangan 17 Agustus 1945 yang jadi waktu kemerdekaan maka tahun ini berbeda. Formasi untuk 17-8 tetap, hanya saja ada perbedaan pada formasi 45 karena orangnya yang kurang.

"Jadi 17-8, sisanya barisan ke belakang. Ikut iring-ringan jadi agak pendek barisannya," katanya ditemui di Kantor Badan Kesbangpol Sleman Selasa (11/8). 

Baca Juga: Belum Lolos Tes Medis Menyeluruh, PSS Sleman Tunda Perkenalan Resmi Hanif Sjahbandi

Efisiensi ini tidak sebatas memengaruhi barisan Paskibraka, tetapi juga fasilitas yang diberikan oleh pemerintah, seperti konsumsi. Sebelumnya terdiri dari satu kali makan berat dan dua kali makan ringan. Kini tinggal satu kali makan berat dan satu kali makan ringan.

Lalu juga fasilitas tas punggung yang ditiadakan. Ada juga kaus yang sebelumnya tiga kaus, kini masing-masing peserta hanya dapat dua. "Memang kalau menurut saya kurang manusiawi karena dipakai pagi sampai sore. Jadi habis dicuci langsung dipakai," katanya.

Kondisi compang-camping anggaran ini juga turut jadi keluhan para orang tua peserta Paskibraka. Lantaran jika menggunakan sistem tahun lalu, mereka yang mendapat rangking seleksi 39 hingga 74 tetap masuk, tetapi sekarang tidak.

Baca Juga: Emoh Tanda Tangan tanpa Kejelasan Spesifikasi, Lurah di Gunungkidul Kritisi Serah Terima Aset KDMP

Secara esensi penyelenggaraan pengibaran bendera memang tidak berbeda. Begitu juga dengan materi yang diberikan pada para Paskibraka. Hanya saja, Aji tetap berharap agar kondisi ini tidak lagi terjadi pada 2027 dan tahun-tahun ke depan.

"Kesbangpol itu tidak minta macem-macem, yang terpenting penyelenggaraan Paskibraka itu optimal," ujarnya.

Para peserta Paskibraka ini dia sebut adalah generasi muda berprestasi di Bumi Sembada. Secara fisik mereka teruji, dari sisi akademisnya berprestasi, serta karakter tiap-tiap orangnya terbukti disiplin. Ketika sudah purna-paskibraka mereka juga akan jadi Duta Pancasila. Sehingga menurutnya, tidak ada salahnya pemerintah memberikan fasilitas yang optimal. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sleman Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman paskibraka efisiensi Siswa