SLEMAN - Pemkab Sleman membuka peluang investasi untuk mengembangkan kawasan penunjang pariwisata di Exit Tol Bokoharjo, Prambanan.
Kawasan seluas 8,1 hektare di eks relokasi Pasar Prambanan itu akan dikembangkan menjadi pusat aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif yang terintegrasi guna mendukung kawasan wisata Prambanan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman Triana Wahyuningsih mengatakan, program ini sejalan dengan capaian investasi Bumi Sembada yang tumbuh 50,43 persen per tahun selama periode 2020 hingga 2025.
Fasilitas utama yang direncanakan meliputi pasar kerajinan dan plaza kreatif, area komersial bagi pelaku UMKM, ruang terbuka publik, area pertunjukan seni dan budaya, hingga taman kuliner.
Baca Juga: Harga Bawang Merah di Lahan Pasir Pansela Bantul Menurun, DKPP Sebut Panen Raya Berbarangen
"Kami sudah melakukan kajian bekerja sama dengan akademisi terkait peluang investasi ini," katanya dihubungi, Kamis (30/7/2026).
Keunggulan utama dari investasi ini adalah lokasinya yang berada di kawasan strategis penyangga destinasi wisata Prambanan. Dekat dengan Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Candi Banyunibo, dan situs budaya lainnya.
Aksesnya menuju lokasinya juga mudah dijangkau melalui jaringan jalan utama. Ditambah dengan dukungan dari aktivitas perdagangan, jasa, dan pariwisata yang telah berkembang.
Baca Juga: Sukses Panen Perdana, Pemkab Gunungkidul Siapkan Sumur Bor dan Tambah Anggaran Bopda PKBM
DPMPTSP juga telah melakukan melakukan analisis kelayakan invetasi dengan nilai Rp 22,3 miliar. Dengan net present value Rp 461,4 juta dan internal rate of return sebesar 3,45 persen. Jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan seluruh dana investasi awal diperkirakan selama 10,86 tahun.
Dalam hal ini investor berperan dalam penyediaan modal, pembangunan fasilitas, serta pengelolaan kawasan sesuai kesepakatan kerja sama.
"Sudah ada pihak yang berminat dan membutuhkan informasi lebih lanjut terkait potensi investasi ini," kata Triana.
Baca Juga: Sopir Harus Rela Macet Dua Jam di Wilayah Gombong Demi Jalan Mulus
Rencananya tahap awal pembangunan akan difokuskan pada potensi pengembalian investasi lebih cepat, seperti area parkir dan taman kuliner. Baru kemudian dilanjutkan dengan pengembangan area komersial, ruang publik, dan fasilitas pendukung lainnya.
Tidak terbatas pada investasi penyediaan modal, pemkab juga membuka kemitraan bersama Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) dan pelaku UMKM. Mereka bisa menjadi mitra pengelola pada zona kuliner, ruang komersial, dan aktivitas ekonomi kawasan.
Diharapkan bisa meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
"Potensi ini memang layak ditawarkan pada investor sebagai investasi berkelanjutan dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat," tambahnya. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita