Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mendadak Diminta Sambut Presiden Prabowo di Monumen Pangkalan TNI AU, Siswa di Sleman Tampil Pakai Baju Adat

Delima Purnamasari • Rabu, 8 Juli 2026 | 11:07 WIB
Kedatangan para siswa mengenakan pakaian adat - Delima Purnamasari/Radar Jogja
Kedatangan para siswa mengenakan pakaian adat - Delima Purnamasari/Radar Jogja

SLEMAN - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi akan datang ke Kawasan Candi Prambanan pada Rabu (8/7). Untuk menyemarakkan kunjungan kenegaraan ini disiapkan penyambutan dari siswa sekolah. Pantauan Radar Jogja di sekitar Monumen Pangkalan TNI AU di Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman para siswa mulai berdatangan sekitar pukul 09.00. Mayoritas mengenakan busana adat gagrak Jogja. 

Salah satu guru SMP Negeri 3 Depok, Abdul Aziz Gumilang bercerita, ada seratus siswa di sekolahnya yang disiapkan untuk melakukan penyambutan ini. Mereka adalah siswa kelas delapan dan sembilan yang sudah dinyatakan naik kelas. Sementara untuk guru yang mendampingi ada empat orang. Dia mengakui bahwa saat ini siswa sedang dalam masa liburan sehingga proses penyampaian informasi dan mobilisasi siswa jadi tantangan tersendiri. Apalagi informasi adanya agenda ini mendadak karena baru disampaikan kemarin Selasa (7/7) sekitar pukul 09.00 oleh dinas pendidikan. 

"Kami perlu berulang kali mem-follow up informasi yang telah disampaikan oleh sekolah, menyampaikan kepada beberapa anak yang ditunjuk oleh sekolah untuk bergabung," katanya ditemui di lokasi, Rabu (8/7). 

Aziz bercerita, para guru harus rutin menghubungi setiap satu jam sekali melalui grup WhatsApp dengan para siswa dan wali kelas. Termasuk untuk memastikan bahwa penyambutan ini harus mengenakan pakaian adat gaya Jogjakarta yang biasa mareka kenakan saat Kamis Pon. 

Baca Juga: Nottingham Forest Tunjuk Oliver Glasner sebagai Nahkoda Baru untuk Premier League 2026/27

Dia menegaskan bahwa agenda ini sifatnya sukarela dan tidak ada paksakan dari pihak manapun. Hanya saja, dia menilai bahwa para siswa merasa antusias karena saat informasi disampaikan, sebagian langsung menyiapkan bendera Indonesia dan India. Ada yang mencetak hingga membuatnya secara mandiri menggunakan kertas origami. Hanya saja ternyata bendera dua negara tersebut sudah disediakan dari dinas. 

"Instruksi dari dinas itu untuk menyambut dengan riang dan gembira. Jadi menunjukkan warga dari Jogja itu sangat welcome," tambahnya. 

Para siswanya ini diminta sudah siap di lokasi sejak pukul 09.30. Menurut Aziz, mereka memang diminta untuk datang secara mandiri dengan diantar oleh orang tua masing-masing karena sekolah tidak menyediakan kendaraan. Hanya saja kebijakan ini tergantung dari satuan pendidikan masing-masing.

Disinggung soal adanya pengganti uang transportasi, dia belum bisa memastikan. Hanya saja untuk pagi ini sudah ada makanan ringan dan minuman yang dibagikan pada para siswa. 

Baca Juga: Nottingham Forest Tunjuk Oliver Glasner sebagai Nahkoda Baru untuk Premier League 2026/27

"Kami juga diminta untuk menandatangani SPJ, anak-anak juga ikut serta dalam tanda tangan," ujarnya. 

Menurut Aziz, sekolahnya hanya diminta untuk menyambut pada sesi kedatangan saja. Nantinya untuk sesi kepulangan akan digilir untuk sekolah lain. 

Sementara itu, salah satu siswa SMP Negeri 2 Depok, Eza Adiasta mengaku, baru mendapat info penyambutan ini kemarin (7/7) sekitar pukul 10.00 melalui grup sekolah.

Baca Juga: Pelatih Mesir Soroti Keputusan Wasit Setelah Kekalahan dari Argentina: Mereka Ingin Messi Tetap dalam Persaingan

Bersama kawan-kawannya dia diminta menggunakan baju gagrak Jogja untuk memberi sambutan dengan melambaikan bendera. Ada 15 orang di kelasnya yang ikut serta. Ada yang tidak ikut karena tidak ada yang mengantar, ada kegiatan, atau sedang malas. 

"Orang tua saya mengizinkan karena di rumah juga tidak ada kegiatan," katanya. 

Dia tidak tahu pasti soal fasilitas yang akan didapatkan. Sepengetahuannya hanya akan memperoleh konsumsi. Penyambutan semacam ini diakui baru pertama kali dia ikuti. 

"Mau lambai tangan sama bendera aja. Paling sama ngevideo," ujarnya. (del)

Editor : Bahana.
#Perdana Menteri India #Sleman #candi prambanan #Presiden Prabowo