SLEMAN - Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman menargetkan diri bisa memperoleh sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB) tahun ini. Sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) itu akan jadi jaminan bahwa produk darah yang dihasilkan aman dan bermutu tinggi.
Ketua PMI Sleman Mafilindati Nuraini menjelaskan, sarana prasarana maupun persyaratan administrasi untuk bisa memperoleh CPOB sudah dimiliki. Tinggal nantinya menanti kunjungan dari BPOM untuk melakukan tinjauan langsung.
"Memang kami berproses sudah lima tahunan. Tapi ini juga terpengaruh kebijakan baru bahwa kami harus mengusahakan alat yang canggih dan tentu biayanya besar," katanya Senin (6/7).
Salah satu standar keamanan Kementerian Kesehatan yang perlu dipenuhi adalah penggunaan Nucleic Acid Testing (NAT). Untuk nantinya mengantisipasi infeksi menular melalui darah yang mungkin terjadi.
"Jadi tidak hanya diperiksa, tapi juga dianalisis lewat laboratorium lebih tinggi untuk memastikan deteksinya benar atau belum," tambahnya.
Aspek penting dalam sertifikasi CPOB ini, lanjutnya, memungkinkan pemanfaatan plasma darah yang selama ini banyak dimusnahkan karena jarang dibutuhkan pada penerima transfusi darah. Ketika sudah memiliki sertifikasi ini, plasma darah bisa dikirim ke produsen farmasi untuk digunakan sebagai penelitian obat maupun vaksin.
"Kalau menggunakan yang metode lama sebenarnya kami sudah bisa. Tapi rekomendasi terakhir dengan metode yang terbaru itu. Itu untuk menjamin produk-produk darah kami," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan, pemerintah terus mendukung berbagai program kemanusiaan PMI, termasuk melalui inovasi Layanan Darah di Sleman Gratis (Lada Manis) untuk meningkatkan kemudahan pelayanan darah bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, PMI, fasilitas kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan darah yang aman dan mencukupi.
"Kami meyakini setiap tetes darah adalah bentuk harapan kehidupan bagi penerimanya," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita