SLEMAN – Rencana penyambutan siswa sekolah dasar (SD) dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke kawasan Kompleks Candi Prambanan pada Rabu (8/7) dipastikan belum memiliki koordinasi resmi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman. Bahkan, hingga kini belum ada surat tembusan maupun informasi teknis terkait keterlibatan sekitar 950 siswa seperti yang ramai beredar di media sosial.
Kepala Disdik Sleman Mustadi mengaku, belum mendapatkan surat tembusan atau informasi terkait hal tersebut. Biasanya apabila ada seremoni semacam ini akan ada surat yang ditujukan pada dinas pendidikan, bahkan bisa jadi ditembuskan hingga bupati.
Dia menyebut, memang mengetahui adanya informasi bahwa presiden tersebut akan berkunjung. Hanya saja detail dan teknisnya belum jelas. Apakah nanti akan menempuh jalur darat atau justru turun langsung menggunakan helikopter.
"Infonya memang benar ada kunjungan, tapi kepastian lewat mana belum jelas semua. Slebaran penyambutan itu juga kami tidak tahu," katanya Senin (6/7).
Atas ramainya pembahasan soal penyambutan siswa itu, dia sebut telah berkoordinasi dengan pemerintah kapanewon, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), hingga koordinator wilayah (korwil) pendidikan setempat. Hasilnya semua tidak mengetahui soal adanya rencana penyambutan dari para siswa ini.
"Sampai saat ini belum, walau sebenarnya kalau melihat tanggalnya harusnya sudah kalau memang benar. Saya sampai tanya ke bawah belum ada yang tahu," terangnya.
Menurutnya, penyambutan oleh para siswa SD untuk pejabat sebenarnya bisa saja dilakukan. Hanya saja, saat ini masih libur sekolah sehingga mobilisasinya akan jadi tantangan. Termasuk harus ada komunikasi yang lebih intensif dengan wali murid.
"Katakanlah ada kunjungan dan anak-anak diikutkan menyambut itu bisa saja. Tapi memang biasanya ada koordinasi terkait teknisnya seperti apa dan lain sebagainya," bebernya.
Sampai dengan saat ini, tidak ada persiapan apapun yang dilakukan. Apabila nantinya siswa akan diminta menyambut, Mustadi menilai sebaiknya yang diajak adalah mereka yang bersekolah tidak jauh dari Candi Prambanan. Termasuk harus ada pendampingan dari kepala sekolah maupun guru. Hal terpenting adalah ada surat resmi yang jadi dasar terselenggaranya kegiatan.
"Apalagi kalau nanti di pinggir jalan. Memang harus ada pemahaman bersama dengan orang tua," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita