Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menuju Kemandirian Fiskal, Ketua DPRD Sleman Dorong Peningkatan PAD Rp 200 Miliar tanpa Bebani Masyarakat Miskin

Delima Purnamasari • Rabu, 1 Juli 2026 | 07:02 WIB
Ketua DPRD Sleman Y. Gustan Ganda. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Ketua DPRD Sleman Y. Gustan Ganda. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

 

SLEMAN - Pemangkasan transfer dana pemerintah pusat berpotensi mengganggu realisasi program pemerintah daerah maupun pelayanan pada masyarakat. Untuk itu DPRD Sleman mengambil langkah dengan fokus pada upaya kemandirian fiskal. Agar nantinya pemerintah kabupaten tetap bisa membiayai pembangunan, operasional, hingga pelayanan publik secara optimal. 


Ketua DPRD Sleman Y. Gustan Ganda menjelaskan, pada tahun 2026 ini telah ditargetkan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 200 miliar. Target tersebut tidak asal dipasang karena dia nilai selama ini masih ada potensi pajak yang belum dioptimalkan.


Hal ini sesuai dengan hasil kerja dari anggota khususnya Komisi B yang terus berkoordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), dinas-dinas terkait, dan para ahli untuk memetakan potensi pajak.  "Ini yang belum pernah terjadi, anggota Komisi B sekarang sangat luar biasa. Rapat koordinasi bahkan sehari bisa tiga kali. Ini kami apresiasi," katanya. 

Baca Juga: Anggota DPRD Kabupaten Sleman Herman Budi Pramono Upayakan Membangun Karakter Pemuda lewat Sekolah Kader Perubahan


 Ganda menjelaskan, ada berbagai potensi pendapatan yang bisa dioptimalkan. Misalnya, pada reklame-reklame yang belum didaftarkan, restoran, hotel, hingga homestay yang memiliki fasilitas sekelas hotel. Penambahan pemasukan ini difokuskan pada objek pajak yang belum ditertibkan. Khususnya pada pelaku usaha yang mendapatkan manfaat ekonomi dengan potensi yang dimiliki Kabupaten Sleman. Dengan demikian, tidak dengan cara meningkatkan nilai pajak masyarakat kelas bawah.


Objek pajak baru yang dibidik tersebut telah didasarkan pada kajian-kajian yang dilakukan. Bumi Sembada dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tujuan kuliah tertinggi dan tujuan wisata wisatawan Nusantara di tingkat nasional. 

Baca Juga: Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sleman B. Rury Tyas Pramuri SE; Awasi Jalur Afirmasi dan Sistem Pendaftaran SPMB Online


Dengan demikian, dalam dua bidang tersebut ada potensi ekonomi yang besar dan bisa dikembangkan. "Mahasiswa dan wisatawan ini menggerakkan ekonomi. Di sana ada pajak restoran, hotel, hingga homestay yang belum optimal," katanya. 


Politisi PDI Perjuangan itu optimistis target yang ditetapkan bisa tercapai, bahkan pada tahun-tahun berikutnya target PAD juga akan terus ditingkatkan. Hanya saja ada berbagai hal yang perlu pemerintah bersama pemangku kepentingan sikapi dan antisipasi. Utamanya dalam memberikan pelayanan yang cepat dan nyaman. Lalu memberikan jaminan pada wisatawan bahwa destinasi Kabupaten Sleman bisa memberi pengalaman yang berbeda. Begitu juga untuk menjaring para calon mahasiswa, wilayahnya harus dipastikan aman dan jauh dari kasus kejahatan jalanan. 

Baca Juga: Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sleman Hery Setiyawan ST; Antisipasi dan Mitigasi Bencana Kawasan Perbukitan Kapanewon Prambanan


"Optimistisme itu harus ditunjang dengan kondisi masyarakat. PAD saat ini meningkat tetapi periode berikutnya bisa berbeda ketika kondisi tidak kondusif," ujarnya. 


Sementara untuk masyarakat menengah ke bawah, DPRD Sleman saat ini juga tengah menyiapkan sejumlah upaya pemberian keringanan. Salah satunya dengan membuat peraturan untuk petani yang lahannya sempit dan masuk warga miskin. Nantinya bisa dimungkinkan untuk diberikan subsidi dalam membayar pajak. 


 "Target PAD akan dinaikkan, tetapi tidak akan membebani masyarakat tingkat bawah. Kami tidak menambah besaran jumlah pajak karena fokusnya mengoptimalkan peserta wajib pajak yang belum terdata," ujarnya. 


Ganda bercerita dorongan peningkatan PAD ini adalah upaya agar Kabupaten Sleman bisa menjadi daerah yang mandiri fiskal. Termasuk sebagai respons atas berkurangnya dana transfer dari pusat yang telah disikapi sejak 2025 lalu. 


"Keputusan pemerintah pusat itu harus disikapi. Kata kuncinya semua wilayah harus menuju kemandirian fiskal dan potensi di Sleman ini cukup besar," tandasnya. (del/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Y. Gustan Ganda #DPRD Sleman #Target PAD #ketua dprd sleman