Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sentra Tahu Kuning Krapyak, Warisan Kuliner Sleman Sejak 1940

Nanang Febriyanto • Selasa, 23 Juni 2026 | 15:40 WIB
Ketua Sentra Tahu Kuning Krapyak Wardhani
Ketua Sentra Tahu Kuning Krapyak Wardhani

Aroma gurih tahu yang baru matang masih tercium dari rumah-rumah produksi di Krapyak, Barepan, dan Gondang, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan. 

Di kawasan inilah Tahu Kuning Krapyak, salah satu kuliner legendaris Sleman yang telah bertahan sejak 1940, terus diproduksi secara turun-temurun dengan mempertahankan resep dan proses pengolahan khas yang menjadi identitasnya.

Di tengah pesatnya perkembangan makanan modern, Tahu Kuning Krapyak tetap mampu mempertahankan eksistensinya berkat cita rasa gurih dan legit yang khas, tekstur lembut, serta komitmen para perajin dalam menjaga kualitas produk.

Keistimewaan Tahu Kuning Krapyak tidak hanya terletak pada rasanya. Para perajin hingga kini masih mempertahankan penggunaan bahan-bahan alami yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warna kuning yang menjadi ciri khas tahu ini berasal dari kunyit alami, bukan pewarna sintetis.

Ketua Sentra Tahu Kuning Krapyak, Wardhani, mengatakan penggunaan kunyit tidak hanya memberikan warna yang menarik, tetapi juga menghasilkan aroma khas yang telah menjadi karakteristik produk tersebut selama puluhan tahun.

Baca Juga: Ratusan Tenaga Satpam Outsourcing di Pemkot Jogja Diduga Korban Penipuan Sertifikasi Gada Pratama, Proses Hukum Dinilai Lamban

"Sejak dulu kami menggunakan kunyit alami sebagai pewarna. Selain membuat warna tahu lebih menarik, penggunaan bahan alami juga menjadi bagian dari komitmen kami menjaga kualitas produk," katanya saat ditemui Senin (15/6/2026).

Selain penggunaan bahan-bahan alami, para perajin juga mempertahankan teknik pengolahan yang telah diwariskan secara turun-temurun selama beberapa generasi. Salah satu tahapan penting dalam proses produksi adalah penggumpalan sari kedelai yang dilakukan dengan metode yang telah lama digunakan oleh para perajin setempat.

Proses tersebut berperan dalam membentuk karakteristik Tahu Kuning Krapyak yang memiliki tekstur padat namun tetap lembut saat dikonsumsi. Konsistensi dalam menjaga proses produksi tradisional inilah yang menjadi salah satu faktor utama keberlangsungan cita rasa khas Tahu Kuning Krapyak hingga saat ini.

"Tahu kami memiliki rasa yang lebih gurih dan legit. Teksturnya padat tetapi tetap lembut saat dimakan. Itu yang membuat banyak pelanggan tetap mencarinya hingga sekarang," ujarnya.

Saat ini Sentra Tahu Kuning Krapyak menaungi sekitar 65 perajin aktif yang tersebar di sekitar 50 rumah produksi. Meski paguyuban baru resmi dikukuhkan pada tahun 2016, tradisi pembuatan tahu di kawasan tersebut telah berlangsung selama lebih dari delapan dekade.

Sentra Tahu Kuning Krapyak,
Sentra Tahu Kuning Krapyak,

Keberadaan sentra ini tidak hanya menjaga warisan kuliner lokal, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi puluhan keluarga perajin dan turut menggerakkan perekonomian masyarakat di wilayah Seyegan.

Tak hanya mengedepankan cita rasa, para perajin juga terus berupaya menerapkan proses produksi yang memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan pangan. Seluruh tahapan produksi dilakukan secara cermat, mulai dari perendaman kedelai, penggilingan, perebusan, penyaringan, hingga pencetakan tahu.

Wardhani menjelaskan bahwa sentra tahu telah mendapatkan berbagai pembinaan dan pendampingan dari instansi pemerintah terkait. Bahkan, sentra ini kerap menjadi objek penelitian berbagai perguruan tinggi yang tertarik mengkaji aspek produksi, kualitas produk, hingga keberlanjutan usaha berbasis masyarakat.

"Seluruh anggota sentra berkomitmen menjaga kualitas produk dan menerapkan proses produksi yang baik. Kami terus berupaya mempertahankan kepercayaan konsumen dengan menghasilkan produk yang berkualitas," tegasnya.

Baca Juga: Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Tidak Ditahan, Wajib Lapor Seminggu Sekali

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Dwi Wulandari, menilai Tahu Kuning Krapyak merupakan salah satu produk unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mencerminkan kekuatan industri pangan tradisional yang tetap relevan hingga saat ini.

"Keberadaan sentra ini menjadi bukti bahwa industri tradisional mampu berkembang dengan tetap menjaga kualitas produk dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Hal ini menjadi modal penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat," katanya.

Dengan perpaduan cita rasa gurih dan legit, warna kuning alami dari kunyit, serta teknik produksi tradisional yang tetap dipertahankan, Tahu Kuning Krapyak terus mempertahankan reputasinya sebagai salah satu kuliner legendaris Sleman Barat yang digemari masyarakat dari berbagai generasi.

Selain dapat dinikmati langsung di sentra produksi, Tahu Kuning Krapyak juga menjadi salah satu oleh-oleh khas Sleman Barat yang banyak diburu wisatawan. Keunikan warna alami, cita rasa khas, serta proses produksi yang masih mempertahankan tradisi menjadikannya bagian dari kekayaan kuliner daerah yang patut dilestarikan dan dibanggakan.

Meski telah dikenal luas di wilayah Sleman dan Daerah Istimewa Yogyakarta, para perajin berharap dukungan berbagai pihak dalam aspek promosi dan pemasaran dapat terus ditingkatkan agar produk lokal ini semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.

"Kami berharap promosi yang lebih masif dapat membantu memperluas pasar, baik melalui pameran, media digital, maupun berbagai program pengembangan UMKM. Dengan begitu, Tahu Kuning Krapyak dapat semakin dikenal masyarakat Indonesia dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para perajin," pungkasnya. (naf)

Editor : Bahana.
#sentra tahu kuning krapyak #tahu kuning #Pemkab Sleman #Disperindag Sleman #Krapyak