Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Soal Pemindahan Kantor Jadi KDMP, Korwil Mlati Kabupaten Sleman Berharap Pendidikan Bisa Jadi Prioritas

Delima Purnamasari • Jumat, 19 Juni 2026 | 21:48 WIB
(Grafis: Wahyu Rizal/Radar Jogja)
(Grafis: Wahyu Rizal/Radar Jogja)

 

SLEMAN - Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Mlati, Kabupaten Sleman kini harus menumpang di SDN Tlogoadi. Kondisi ini terjadi karena gedung yang dipakai akan digunakan sebagai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tlogoadi.

Korwil Pendidikan Mlati Nur Suharyanto bercerita, dulu SDN Tlogoadi ada dua sekolah, lalu setelah digabungkan menjadi satu sekolah saja. Ruang dan gedung yang tidak dipakai ini yang digunakan sebagai Kantor Korwil Pendidikan Mlati.

Dulu masih bernama Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pendidikan Mlati dan kantor ini direncanakan akan diambilalih oleh pemerintah kalurahan untuk digunakan sebagai ruko. Hanya saja saat itu terkendala izin karena alih fungsi fasilitas pendidikan menjadi tempat bisnis.

Lalu, kini kembali diminta karena akan digunakan sebagai KDMP. "Tentu kami tidak bisa berbuat banyak. Harus dikosongkan dalam satu satu minggu," katanya dihubungi, Jumat (19/6).

Baca Juga: Demi KDMP, Korwil Pendidikan Mlati Sleman Harus Terusir, Kini Terpaksa Menumpang di SDN Tlogoadi

Prosesi yang mendadak ini membuat mereka harus menumpang sementara di SDN Tlogoadi. Untuk sementara berkas maupun mebel milik korwil disimpan di dalam gudang. Dia sebut gudang tersebut sebenarnya adalah tempat parkir para siswa.

Dia membenarkan salah satu opsi yang ditawarkan untuk Kantor Korwil adalah SDN Nglarang yang akan pindah karena terdampak tol dan masih ada sebagian bangunan tidak terdampak. Hanya untuk saat ini hal tersebut masih sebatas rencana. "Tapi itu masih rencana dan kadang-kadang bisa berubah," ujarnya.

Korwil sendiri memiliki tugas melayani pendidikan pada tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP. Baik terkait dokumen pelaporan, sumber daya manusia, hingga pembelajaran. Termasuk apabila ada keluhan dari sekolah, maka akan dilaporkan kepada korwil.

Secara struktur di dalamnya ada koordinator, pengawas tiap jenjang sekolah, penilik, hingga staf. Nur mengatakan, pelayanan di Mlati ini cukup tinggi lantaran jumlah sekolah yang banyak. Untuk jenjang TK ada 49, SD total ada 43, dan SMP 17 sekolah.

Dengan kondisi ini, mau tak mau pihaknya harus melakukan penyesuaian dengan berkoordinasi pada seluruh kepala sekolah terkait perpindahan lokasi ini. "Ada guru itu menunggu di depan, dikira korwil tutup dan belum ada orang. Padahal kami sudah standby sejak pukul 07.00," ujarnya.

Baca Juga: Gelar Aksi di Titik Nol Kilometer, Mahasiswa DIY Sampaikan Tuntutan untuk Prabowo-Gibran Hentikan MBG dan KDMP

Dia bercerita dulu Kantor Korwil Mlati pernah berada di Kalurahan Sendangadi, tetapi karena gedungnya diminta akhirnya pindah ke lokasi ini. Harapannya di lokasi Tlogoadi mereka bisa menempati secara permanen, tetapi ternyata harus pindah kembali.

"Harapan kami kalau ada kepentingan terkait bisnis atau apa, mohon tidak mengalahkan pendidikan karena pendidikan itu adalah investasi masa depan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi menjelaskan, rencana pemindahan Kantor Korwil Mlati  tidak dilakukan mendadak. Sebelumnya kalurahan sudah berencana menggunakan sebagai ruko untuk menunjang pendapatan asli kalurahan.

"Pak lurah juga ada solusi di SDN Nglarang yang akan direlokasi. Besok mau dipindahkan di sana. Kebetulan saja ini ada program KDMP," ujarnya.

Proses rencana pemindahan ini juga sudah dilakukan hingga tingkat kabupaten, sehingga koordinasi yang dilakukan tidak sepihak. Dia juga menilai kondisi ini tidak akan mengganggu pelayanan di korwil. (del/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#SDN Tlogoadi #Kantor Korwil Pendidikan Mlati #KDMP Tlogoadi #Koperasi Desa Merah Putih #SDN Nglarang