SLEMAN – Tak terima dengan pernyataan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, pemilik rumah api di Padukuhan Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman Mutviana mendatangi kantor BPBD, Rabu (17/6). Kedatangannya ini bertujuan untuk mempertanyakan hasil penelitian para ahli di rumahnya yang belum diterima oleh keluarga.
Mereka juga turut mempertanyakan dan meminta rekaman CCTV. Karena saat jumpa pers sebelumnya BPBD menyebutkan itu bisa jadi bukti apabila ada yang membawa api di rumahnya. Dia ingin melihat rekaman tersebut dan memastikan informasi yang sebenarnya pada BPBD.
Keluarganya mengaku merasa dipojokkan atas informasi yang beredar. Terlebih banyak pihak yang mempertanyakan mengapa api tidak lagi muncul usai CCTV dipasang di rumahnya.
"Api tidak terjadi lagi karena kami sudah mengosongkan rumah. Di lantai satu tinggal sedikit barang, seperti freezer dan akuarium," ujarnya.
Barang-barang yang mudah terbakar sudah tidak ada lagi. Dengan kondisi itu tidak memungkinkan lagi api bisa muncul. Mutviana juga tak keberatan dan mempersilakan jika pihak kepolisian ingin melakukan penyelidikan atas penyebab api di rumahnya. "Kalau memang dibutuhkan apapun terkait dengan hal tersebut, kami mengupayakan," ujarnya.
Kondisi rumahnya kini dia sebut sudah aman dan tidak ada lagi kemunculan api dalam tiga hari terakhir. Total api yang muncul sejak awal pada Sabtu (23/5) sejumlah 127 titik.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro menjelaskan, untuk dokumen hasil penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta (UPNVY), dan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sudah diserahkan. Sementara untuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Tim Gegana Polda DIJ hanya menyampaikan secara lisan saja.
Sementara soal video CCTV yang diminta, dia sebut bukan lagi jadi ranahnya. Bambang mengatakan rekaman video yang dimaksud sudah diserahkan pada kepolisian sebagai bukti dukung. Untuk CCTV yang dipasang oleh BPBD di rumah Mutviana juga sudah dilepas. "Rekaman sudah semua. Cloud-nya sudah di-line-kan dengan teman-teman kepolisian, yang mengambil sana," ujarnya.
Menurutnya, penting agar peristiwa ini ditangani oleh pihak kepolisian untuk mengetahui secara logika penyebab fenomena api di Seyegan ini. Lantaran saat ini masih belum diketahui dan pihaknya juga menemui jalan buntu.
Harapannya dari kepolisian bisa menggali bukti dukung maupun fakta yang ada di lapangan. "Penelitian sudah ditutup. Apalagi di sana sudah enggak ada api lagi, sudah aman. Sudah di-yasin-kan (dibacakan Surat Yasin) terus aman," terangnya. (del/pra)
Editor : Heru Pratomo