Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wilayah Sleman Barat Harus Lebih Maju lewat Pengembangan Village Tourism

Yogi Isti Pujiaji • Kamis, 11 Juni 2026 | 07:00 WIB
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sleman H. Sukamto SH
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sleman H. Sukamto SH

SLEMAN - Sektor pariwisata bisa menjadi ladang pendapatan asli daerah (PAD). Bukan hanya city tourism. Village tourism pun bisa dikembangkan di pedesaan.

Atas dasar hal tersebut, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sleman H. Sukamto SH mendorong pemerintah daerah melakukan pemerataan pembangunan sektor pariwisata. Terutama di wilayah Sleman barat. Demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat setempat.

Sebagaimana diketahui, wilayah Sleman barat merupakan kawasan lumbung pangan. Padi menjadi komoditas utamanya. Kendati demikian, petani tidak selalu untung. Bahkan sering buntung karena gagal panen akibat sawah terserang hama tikus dan wereng. "Kalau hanya untuk pengembangan pertanian lha kapan majunya wilayah Sleman barat?" ungkap Sukamto, Rabu (10/6).

Baca Juga: Sudah 123 Kali Terbakar tapi Bupati Sleman Belum Tetapkan Status Darurat soal Kemunculan Api Misterius di Rumah Warga Seyegan

Politikus senior Partai Golkar itu mengatakan, potensi pariwisata Sleman barat tak kalah dari wilayah lain di Kabupaten Sleman. Baik wisata alam, desa wisata, hingga wisata budaya. Beberapa di antaranya, Desa Wisata Grogol, Tuk Sibeduk, dan Mbah Bergas. Ketiganya ada di Kapanewon Seyegan. Sedangkan di Kapanewon Moyudan ada Desa Wisata Gamplong dan Pantai Cemplon. Dan masih banyak lagi destinasi wisata di Kapanewon Godean dan Minggir. "Perkembangan wilayah Sleman barat berjalan lambat kalau sektor pariwisatanya tak dimaksimalkan," ungkap tokoh asal Margodadi, Seyegan.

Mbah Kamto, sapaan akrabnya, juga mendesak pemerintah daerah mengembangkan sektor pendidikan di wilayah Sleman barat. Menurutnya, meski konsep rencana tata ruang wilayah Sleman barat untuk kawasan pertanian, tidak ada salahnya jika dibangun kampus-kampus perguruan tinggi. Supaya tingkat pendidikan warga meningkat. Demikian pula kesejahteraan mereka.

Baca Juga: Larangan BBM Subsidi dan Pemblokiran Akun My Pertamina Membuat Anggaran BBM Membengkak

Mbah Kamto meyakini, keberadaan kampus perguruan tinggi memiliki multiplier effect yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi wilayah. Usaha kos-kosan, warung makan, hingga toko alat tulis bakal berkembang.

Lebih dari itu, Mbah Kamto juga mendesak pemerintah segera merealisasikan pembangunan rumah sakit di Sleman barat. Demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Agar jangkauan warga untuk mengakses fasilitas kesehatan lebih dekat.

Keberadaan rumah sakit dinilai juga bakal berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah Sleman barat. "Kalau hanya mengandalkan hasil sebagai lumbung pangan, hidup petani makin rekasa. Apalagi banyak lahan menganggur," ungkapnya. (yog)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sleman H. Sukamto SH #village tourism #pendapatan asli daerah (PAD) #Pariwisata #Sleman Barat