SLEMAN - Fenomena kemunculan api secara berulang yang terjadi di rumah milik Agus Yani di Padukuhan Kasulan, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Sleman, masih menyisakan tanda tanya.
Api muncul kali pertama Jumat (22/5) malam di berbagai sudut rumah. Hingga Sabtu (30/5) dini hari kobaran api dilaporkan masih muncul di sejumlah titik di rumah tersebut.
Pemilik rumah, Bu Agus menuturkan, peristiwa pertama terjadi sekitar sepekan lalu. Saat itu sebagian anggota keluarga telah beristirahat, sementara salah satu anaknya masih terjaga dan sedang menggosok pakaian.
"Anak saya yang pertama melihat. Dia bilang ada kain di tengah rumah yang tiba-tiba keluar api," ujarnya, Sabtu (30/5).
Tidak lama setelah kejadian pertama, api kembali muncul di lokasi berbeda. Pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 03.00 dini hari, kobaran api terlihat merambat pada daun pintu kamar.
Siang harinya, api kembali muncul dan membakar bagian lain rumah.
Menurutnya, sejak saat itu titik kemunculan api terus berpindah-pindah tanpa pola yang jelas. Mulai dari kain, sofa, kasur, kursi, hingga barang-barang rumah tangga lainnya.
"Awalnya saya berpikir itu kebakaran biasa. Saya masih positive thinking," katanya.
Namun, frekuensi kemunculan api yang terus berulang membuat keluarga mulai kesulitan menjalani aktivitas normal. Dalam rentang sepekan, keluarga nyaris tidak bisa beristirahat dengan tenang karena harus terus berjaga.
"Kalau mau tidur paling anak-anak yang tidur. Kalau orang tuanya tidak berani karena dua sampai tiga jam sekali ada yang terbakar," ujarnya.
Bu Agus mengatakan, total kejadian yang tercatat hingga Sabtu dini hari mencapai 57 kali. Peristiwa terakhir terjadi sekitar pukul 03.00. "Terakhir tadi pagi, sekitar jam tiga dini hari masih ada kejadian lagi," ungkapnya.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari penyebab munculnya api itu. Salah satunya dengan menguras dan membersihkan septic tank setelah muncul dugaan adanya gas yang memicu kebakaran.
Menurut Bu Agus, proses pengurasan dilakukan atas rekomendasi pihak yang melakukan pemeriksaan di lokasi. Septic tank dibongkar, dibersihkan, dan disedot untuk memastikan tidak ada sumber gas yang tersisa.
Namun demikian, meski cara tersebut sudah dilakukan, tidak lama setelah proses tersebut selesai, api kembali muncul. "Setelah septic tank disedot dan diperiksa, sekitar 15 menit kemudian bantal yang ada di atas meja malah terbakar lagi," ujarnya.
Kejadian tersebut semakin menambah kebingungan keluarga. Bahkan, api disebut tidak hanya muncul di dalam rumah, tetapi juga sempat terlihat di area luar bangunan.
"Yang sekarang merambat sampai bawah pohon pisang. Padahal itu sudah di luar area rumah," katanya.
Meski menghadapi situasi yang menguras tenaga dan pikiran, ia dan keluarganya mengaku berusaha tetap sabar. Ia juga menyerahkan sepenuhnya penyelesaian persoalan tersebut kepada proses penyelidikan yang sedang berjalan.
"Saya ikhlas dan sabar. Ini datangnya dari Allah dan saya percaya nanti juga akan berakhir dan dibantu oleh Allah," ujarnya.
Ia berharap penyebab pasti kemunculan api segera terungkap sehingga keluarganya dapat kembali menjalani kehidupan normal setelah sepekan terakhir dihantui rasa waswas dan kurang tidur.
"Sampai sekarang penyebabnya belum diketahui. Kami masih menunggu hasil penyelidikan," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun