BERAGAM program baru dari pemerintah pusat berdampak cukup signifikan pada pertumbuhan ekonomi. Itu tak lepas dari adanya kebijakan efisiensi anggaran daerah.
Dalam situasi ini, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sleman Ani Martanti ST mengajak seluruh masyarakat tetap semangat menjalani kehidupan sehari-hari. Kader perempuan Partai Kebangkitan Bangsa itu berharap, momentum HUT ke-110 Kabupaten Sleman bisa menjadikan warga Bumi Sembada tetap tangguh dan lebih kuat dalam menapaki masa depan.
Ani mengatakan, kondisi ekonomi yang kian mendekati garis merah harus bisa menjadi sinyal bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga diri dan lingkungannya. Terlebih terhadap kesehatan mental dan spiritual. Dengan tetap melestarikan alam demi keberlangsungan hidup bersama. "Dalam situasi ekonomi yang serba tak menentu dan bagaimana pun kondisi pemerintahan saat ini, masyarakat harus bertahan dan tetap berpikir jernih dan positif," tuturnya.
Sebagaimana jamak terjadi dalam kehidupan dunia, keterpurukan ekonomi bisa berdampak naiknya angka kriminalitas. Kendati demikian, Ani menegaskan, hal itu tetap harus dicegah dan dihindari. "Kemungkinan itu harus diantisipasi sejak dini," tegasnya.
Sebagai wakil rakyat, Ani mendorong optimalisasi program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut bisa menjadi solusi mengahadapi kondisi ekonomi saat ini.
Hal itu bisa diawali diri sendiri. Dari lingkungan keluarga. Dengan memanfaatkan halaman sekitar sebagai sumber ekonomi.
Misalnya menanami pekarangan rumah dengan apotek hidup, sayuran, atau tanaman buah-buahan. Bagi warga yang rumahnya tak memiliki halaman bisa menggunakan tabulampot atau hidroponik. Selain itu memelihara ikan atau ternak seperti ayam atau itik.
Dengan pola hidup seperti itu, kata Ani, tiap keluarga setidaknya bisa memenuhi kebutuhan dasar sendiri. Yakni kecukupan gizi keluarga. "Untuk keperluan makan sehari-hari bisa panen sayuran sendiri. Tidak harus beli. Demikian pula untuk pemenuhan protein hewani dari ikan tau daging," ungkap politikus asal Kapanewon Pakem.
Selain dikonsumsi sendiri, jika ada kelebihan hasil panen bisa dijual kepada tetangga atau pasar. Hasilnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga lainnya. "Intinya kita harus bisa bertahan hidup dengan memaksimalkan potensi diri dan lingkungan yang ada," tandasnya.
Meski tampak sepele dan mungkin banyak yang enggan melakukannya, Ani meyakinkan masyarakat bahwa upaya tersebut sangat ampuh untuk menjaga ketahanan pangan dan ekonomi keluarga. (yog)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja