SLEMAN - Pabrik produksi es kristal di Bayen, Purwomartani, Kalasan, Sleman yang sempat mengalami kebocoran gas amonia hingga kini belum beroperasi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman masih terus melakukan kajian berdasarkan hasil laboratorium untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Plt Kepala DLH Sleman Sugeng Riyanta mengatakan, usai peristiwa terjadi telah dilakukan hasil uji amonia pada sumur warga di tiga lokasi dan saluran irigasi. Untuk saluran irigasi hasilnya memang berada di atas ambang rata-rata. Hanya saja untuk air sumur tetap aman dikonsumsi.
Baca Juga: Ramadhipa Impresif, Melesat Raih Podium Perdana di Moto3 Junior Barcelona
"Kami sudah bertemu dengan perusahaan maupun pemangku wilayah setempat agar peristiwa ini bisa dikondisikan," katanya Senin (25/5).
Untuk saat ini pihaknya masih terus melakukan kajian berdasarkan hasil uji laboratorium, standar operasional perusahaan, hingga izin yang dimiliki. Ke depan ketika perusahaan akan beroperasi pihaknya juga meminta untuk dipasangkan amonia detektor yang berfungi untuk memberitahu apabila ada kebocoran.
Hal ini lantaran pada saat sebelumnya kebocoran bisa diketahui hanya didasarkan penciuman dari pegawai.
"Harapannya ketika ada kebocoran sedikit apa pun sudah bisa jadi warning. Nanti petugasnya langsung menutup atau mematikan menghentikan proses," tambahnya.
Menurutnya, kebocoran gas ini memang memberi dampak lingkungan cukup signifikan. Terlihat dari rumput di sekitar lokasi yang terlihat layu. Termasuk ikan di kolam warga yang mati dan dinilai tidak lagi aman untuk dikonsumsi.
"Dari perusahaan sudah berkomitmen untuk melakukan ganti rugi dan warga melakukan inventarisasi," tambahnya. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita