SLEMAN – Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga) per Sabtu (22 Mei 2026). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat aktivitas vulkanik masih cukup tinggi sepanjang hari kemarin.
Sepanjang periode pengamatan 00.00–24.00 WIB, visual gunung teramati jelas hingga kabut. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih tebal teramati dengan tinggi 425–650 meter di atas puncak kawah.
Aktivitas Gempa dan Guguran
Guguran lava: 113 kali (amplitudo 2–38 mm, durasi 24,1–199,94 detik)
Hybrid/Fase Banyak: 67 kali (amplitudo 2–39 mm, durasi hingga 53 detik)
Vulkanik Dangkal: 1 kali
Tektonik Jauh: 2 kali
Baca Juga: Semua Pekerja Dapur MBG di Purworejo Diminta Didaftarkan dalam Program JKN
BPPTKG juga mencatat 18 kali guguran lava mengarah ke Barat Daya dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter mengarah ke Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak.Cuaca di sekitar Merapi berawan hingga hujan dengan suhu udara 18,8–23,79°C dan curah hujan mencapai 10 mm.
Rekomendasi BPPTKG
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran pada sektor selatan-barat daya:
Sungai Boyong maksimal 5 km
Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng maksimal 7 km
Sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km, Sungai Gendol 5 km
Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca Juga: Atasi Keluhan Tahun Lalu, IDM Pastikan Jalur Keluar Borobudur Lebih Terang saat Waisak 2026
Masyarakat diminta:
Tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya
Waspada bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat hujan
Mengantisipasi gangguan abu vulkanik
“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran,” jelas laporan BPPTKG. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin