SLEMAN - Jelang Hari Raya Idul Adha banyak ditemukan pasar tiban yang menjual hewan kurban. Masjid Nurul Ashri punya cara unik untuk bisa bersaing memasarkan dagangannya yang dijual persis di pinggir Jalan Ring Road Utara, Caturtunggal, Depok, Sleman. Mereka memasang spanduk bertuliskan "Bukan Koperasi Merah Putih". Warnanya juga merah putih mirip dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini.
Koordinator Program Masjid Nurul Ashri Sunyoto menjelaskan, ide awal penamaan ini karena memang mereka bukan koperasi merah putih. Mereka hanya mencoba untuk memiliki strategi pemasaran yang berbeda. Nama koperasi tersebut dinilai sudah familier di masyarakat karena banyak dibangun di berbagai tempat.
Jika sekadar memasang plang jualan kambing atau nama biasa, dia yakin sulit untuk dapat perhatian para calon pembeli. Sunyoto memastikan tidak ada intensi apa pun terhadap program pemerintah yang sedang berjalan. Ini murni upaya agar penjualan ternak mereka bisa lebih dikenal.
"Jadi kami ambil coraknya saja dan ada beberapa yang disesuaikan. Kami jualan biasa saja tidak pakai mekanisme koperasi," katanya ditemui di lokasi Jumat (22/5).
Menurutnya, para takmir masjid memang harus semaksimal mungkin menjual hewan kurban ini. Lantaran program diselenggarakan untuk membantu peternak kambing dan domba di Wonogiri maupun Magelang karena harga sedang jatuh. Satu ekor bisa dihargai hanya Rp 700 ribu saja sehingga masjid berinisiatif membeli dengan harga sesuai keinginan peternak. Lalu dijual kembali dengan harga ditambah biaya operasional.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di Pembukaan Jogja Financial Festival 2026: Sekarang Saatnya Jual Dolar!
Di Pasar Tiban milik Masjid Nurul Ashri ini, ada 24 ternak yang dijual. Sepuluh di antaranya sudah laku lewat mekanisme jasa titip yang sudah dibuka sekitar tinggal minggu lalu. Untuk sisanya dia yakin bisa habis terjual.
"Penjualan dengan Bukan Koperasi Merah Putih ini kami buka sejak kemarin sampai nanti dua hari Tasyrik," ucapnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita