Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sleman Dapat Dua Sapi Kurban Bantuan Presiden, Disembelih di Tempel dan Prambanan: Masing-Masing Berbobot Hampir 900 Kg

Delima Purnamasari • Kamis, 21 Mei 2026 | 19:50 WIB
Plt Kepala DP3 Kabupaten Sleman Rofiq Andriyanto. Delima Purnamasari/Radar Jogja
Plt Kepala DP3 Kabupaten Sleman Rofiq Andriyanto. Delima Purnamasari/Radar Jogja

SLEMAN – Kabupaten Sleman menerima dua sapi kurban bantuan presiden (banpres) untuk Idul Adha tahun ini yang akan disembelih di Tempel dan Prambanan.

Dua sapi berbobot hampir 900 kilogram (kg) milik peternak lokal itu dibeli masing-masing seharga Rp 83 juta setelah lolos seleksi ketat tim Sekretariat Presiden dan Balai Besar Veteriner Wates.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Rofiq Andriyanto mengatakan, awalnya ada lima sapi yang masuk dalam bursa pencalonan sapi presiden. Lalu yang terpilih adalah sapi simetal milik Mustofa yang merupakan warga Sumberadi, Mlati dengan umur 3,5 tahun.

Baca Juga: Masih Dikaji! Pemprov DIY Bakal Siapkan KRL hingga Maguwo Urai Kepadatan Penumpang KA Bandara yang Terpusat di Stasiun Tugu

Sapi berbobot 891 kg ini dibeli dengan harga Rp 83 juta dan akan disembelih di Masjid Al Husna, Temanggung, Tambakrejo, Tempel. Sapi kedua yang terpilih adalah sapi jenis Simental Cross milik warga Bimomartani, Ngemplak bernama Dina Nurul Huda.

Sapi berusia empat tahun ini memiliki bobot 860 kg dan dibeli Rp 83 juta. Sapi ini akan akan disembelih di Masjid Al Ikhas di Lemahbang, Gayamharjo, Prambanan. 

"Untuk seleksi dilakukan langsung oleh tim sekretariat presiden dan Balai Besar Veteriner Wates. Kami hanya mengajukan calon," katanya dalam jumpa pers persiapan Idul Adha di Kantor DP3 Kabupaten Sleman, Kamis (21/5/2026). 

Ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi sapi presiden. Di antaranya sehat, tidak kurus, tidak cacat, cukup umur, jantan dan tidak dikebiri, mengutamakan sapi peternak lokal, serta bobot sapinya minimal atau mendekati 1.000 kg. 

Baca Juga: Meski Masih Punya Kontrak hingga Tahun Depan, Yusaku Yamadera Belum Pastikan Masa Depannya di PSIM Jogja

"Ada sebenarnya yang satu ton, tetapi mungkin dari kesehatannya ada yang kurang," tambah Rofiq. 

Menurutnya, para peternak sudah terbiasa menyiapkan sapinya sejak lama untuk bisa dibeli presiden. Mereka umumnya sangat memperhatikan bibit sapi, menjaga pakan, dan memberi perawatan khusus agar bobotnya memenuhi.

Baru nantinya DP3 akan melakukan pendataan dan seleksi untuk bisa diajukan menjadi calon pada tim kepresidenan. 

Setelah dua sapi ini terpilih, ada sejumlah penanganan khusus yang dilakukan. Salah satunya pengawasan kesehatan yang dikawal langsung oleh Balai Besar Veteriner Wates sampai nanti waktunya disembelih pada Rabu (27/5/2026).

Baca Juga: Keren! Skor SPM Pendidikan Kota Jogja Peringkat Pertama se-Indonesia, Ini Kata Hasto Wardoyo

Untuk pakan juga dijaga termasuk dibantu dengan asupan vitamin. Rofiq menyoroti bahwa menjaga sapi agar tidak stres juga penting khususnya saat proses pemindahan sapi menuju lokasi penyembelihan. 

Dia menerangkan, lokasi penerima didasarkan pada wilayah yang jumlah penyembelihan sapi kurbannya paling sedikit. Agar bantuan ini bisa tepat sasaran. Nantinya daging sapi presiden ini akan dibagikan pada warga sekitar seperti biasa, tidak ada ketentuan khusus.

Begitu juga untuk juru sembelihnya yang juga diserahkan pada warga setempat. 

"Hanya saja memang ada dokter hewan yang khusus mengawal sampai selesai, termasuk untuk mengambil sampelnya," tambah Rofiq. (del/wia

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#prambanan #sapi kurban #Kabupaten Sleman #bantuan presiden #tempel