Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Angka Kemiskinan 6,71 Persen, Masih Ada 26.747 Keluarga Miskin di Sleman

Delima Purnamasari • Senin, 18 Mei 2026 | 21:00 WIB
Kepala Dinas Sosial Sleman Wawan Widiantoro. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Kepala Dinas Sosial Sleman Wawan Widiantoro. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sleman masih ada 26.747 keluarga. Termasuk di dalamnya adalah mereka yang masuk katagori miskin ekstrem. Jika ditambah dengan rentan miskin, ada sejumlah 126.874 keluarga sehingga total ada sekitar 37 persen. 

Kepala Dinas Sosial Sleman Wawan Widiantoro menegaskan, dibanding tahun sebelumnya, angka kemiskinan Bumi Sembada menurun signifikan dari 7,4 persen menjadi 6,71 persen. Dia sebut strateginya adalah pemberian perlindungan sosial dan jaring pengaman sosial (JPS). Sekaligus pemberian beasiswa Sleman Pintar. 

Baca Juga: H-9 Jelang Idul Adha, Tren Pembelian Kambing Menurun, Harga Hewan Kurban Sapi Cnderung Melambung

"Memang untuk yang beasiswa ini jadi program untuk memutus rantai kemiskinan. Jadi mengkuliahkan anak-anak dari keluarga miskin," katanya Senin (18/5). 

Menurutnya, sudah ada 700 orang yang siswa jadi sasaran beasiswa ini selama tiga tahun program berjalan. Sebagian sudah lulus, bahkan sudah bekerja di BUMN hingga mendapat kesempatan magang di luar negeri. 

Baca Juga: Persib Bandung Unggul Dua Poin di Puncak Klasemen BRI Super League, Igor Tolic: Mari Kita Tuntaskan Perjuangan untuk Gelar Juara

Sementara strategi kedua adalah pemberdayaan ekonomi bagi pelaku UMKM. Dilakukan dengan pemberian bantuan modal lunak pada mereka yang memiliki motivasi dan pengalaman dalam dunia usaha. Tidak hanya modal, Wawan juga menjelaskan bahwa dinas sosial turut menyelenggarakan bantuan sarana prasarana untuk berjualan hingga pendampingan pemasaran digital. 

 

"Ada yang namanya sistem penghubung layanan pemerintah. Jadi ketika NIK sudah dimasukan bisa ketahuan asetnya untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran," tambahnya. 

Baca Juga: Persib Bandung Unggul Dua Poin di Puncak Klasemen BRI Super League, Igor Tolic: Mari Kita Tuntaskan Perjuangan untuk Gelar Juara

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman Nur Fitri Handayani menjelaskan, salah satu faktor pendorong pengentasan kemiskinan adalah intervensi perlindungan sosial yang komprehensif dan berlapis. Hal ini dilakukan lewat kombinasi program pusat dan daerah. Seperti bantuan pangan, PKH, PBI JKN, bantuan sosial daerah, hingga program pemberdayaan ekonomi keluarga miskin. 

 

"Skema intervensi berlapis ini berfungsi 

sebagai bantalan sosial yang menjaga rumah tangga miskin tetap mampu memenuhi kebutuhan dasar," katanya. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Sleman #Jaring pengaman sosial #kemiskinan #beasiswa #penduduk miskin