SLEMAN - Progres pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2.2 saat ini sudah mencapai 85 persen. Pekerjaan konstruksi terus dikebut dengan fokus utama saat ini adalah pemasangan girder atau balok beton yang ditargetkan selesai pada pertengahan Juli mendatang.
Humas Proyek Tol Jogja-Solo-YIA Area DIY PT Adhi Karya (Persero) Tbk Agung Murhandjanto menyampaikan, untuk pemasangan girder ini dilakukan pada malam hari untuk meminimalkan gangguan lalu lintas di ring road. Sementara pada siang hari fokus untuk memperlebar ruang bagi arus kendaraan yang lewat. Hal ini dilakukan dengan memepetkan pembatas proyek berupa water barrier maupun MCB.
"Tapi saat ini baru long weekend jadi kami hentikan dulu karena memang arus jalannya padat. Mungkin minggu depan kami mulai lagi erection girder-nya," katanya dihubungi Minggu (17/5).
Para pekerja juga sudah mengerjakan Gerbang Tol (GT) Trihanggo termasuk dengan ramp-on maupun ramp-off-nya. Ramp-on ini merupakan akses untuk masuk ke jalan tol sementara ramp-off kebalikannya. Untuk GT Trihanggo ini dia sebut pembangunannya memang baru mulai dengan progres sekitar lima persen.
"Untuk desainnya sudah ada. Pokoknya nanti ada kejutan untuk masyarakat DIY di gerbang yang baru itu," ujarnya.
Agung membocorkan, desainnya akan mengadopsi siluet dari Candi Ratu Boko. Ada juga penggunaan tulisan aksara Jawa di gerbangnya seperti yang ada di GT Purwomartani. Masyarakat diperkirakan mulai bisa melihat konstruksi utuhnya pada Juli mendatang. Fasilitas ini sendiri berupa plaza atau arsitektur gerbang tol yang dibangun di sebelah timur simpang empat Kronggahan.
Proses konstruksi dia pastikan berjalan sesuai dengan jadwal. Apalagi untuk lahan tol sudah terbebas seratus persen setelah lebaran lalu. Hal ini usai kesepakatan perobohan sebagian bangunan SDN Nglarang yang digunakan untuk kaki timbunan tol. Secara fisik Tol Jogja-Solo ini juga sudah tersambung secara kontruksi dengan Tol Jogja-Bawen Seksi I di wilayah Sidomoyo. Prosesnya kini tinggal penyempurnaan saja.
"Selama proses ini tentu kami memastikan kenyamanan masyarakat. Jadi rambu dan lampu penerangan sudah kami siapkan," tambah Agung.
Bagi jalan-jalan yang terdampak, dia sebut juga langsung dilakukan penanganan. Hal ini dilakukan dengan penambalan pada lubang yang ada agar konstruksi tidak memengaruhi keselamatan pengguna jalan. "Proses kami tentu masih banyak. Setelah pasang girder itu pasang safety deck dan cor untuk lantai tolnya," kata Agung. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita