SLEMAN - Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman yang diperingati pada Jumat, 15 Mei 2026, menjadi momentum krusial untuk merefleksikan kembali arah pembangunan daerah. Guna mengoptimalkan roda pembangunan di bumi Laskar Sembada, diperlukan acuan kuat yang mampu memotivasi serta mengerahkan seluruh potensi masyarakat secara terpadu.
Menengok rekam jejak historisnya, Kabupaten Sleman telah memancangkan fondasi pergerakan tersebut sejak 2 Maret 1991 melalui pencanangan slogan gerakan pembangunan desa terpadu: Sleman Sembada.
Langkah ini kemudian diperkuat secara hukum melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 1992. Gerakan ini sejatinya merupakan sebuah manifesto pembangunan yang berprinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat Sleman dengan mengandalkan kekuatan serta swadaya sendiri.
Meskipun secara formal Sleman Sembada menjadi regulasi dan identitas era modern, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya bukanlah hal baru. Slogan ini merupakan kristalisasi serta formulasi mendalam dari nilai-nilai budaya dan kehidupan keseharian masyarakat Sleman yang telah mengakar lintas generasi.
Kepribadian Pantang Menyerah
Secara filosofis, kata Sembada (dalam bahasa Jawa) memiliki makna utuh sebagai sikap dan perilaku rela berkorban serta bertanggung jawab. Karakter ini menuntut kesiapan masyarakat untuk menjawab dan mengatasi berbagai tantangan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam, demi kepentingan dan kesejahteraan bersama.
Lebih dari sekadar kata, Sembada adalah perwujudan kepribadian kolektif yang pantang menyerah, tabu berkeluh kesah, menepati janji, taat asas, dan bertekad bulat.
Secara harfiah, akronim slogan SLEMAN SEMBADA dijabarkan ke dalam delapan pilar kondisi ideal masyarakat, yaitu:
-
S: Sehat
-
E: Elok dan Edi
-
M: Makmur dan Merata
-
B: Bersih dan Berbudaya
-
A: Aman dan Adil
-
D: Damai dan Dinamis
-
A: Agamis
Melalui implementasi nilai-nilai luhur tersebut, muara akhir yang ingin dicapai oleh pemerintah daerah bersama warga adalah mewujudkan tatanan Kabupaten Sleman yang Sejahtera, Lestari, dan Mandiri (LE-MAN).
Editor : Heru Pratomo