SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menorehkan prestasi di bidang kesehatan dengan meraih predikat sebagai Kabupaten Siaga Strok pertama di Indonesia. Predikat tersebut diberikan oleh ANGELS Initiative dan World Sroke Organisation (WSO).
Capaian ini merupakan hasil sinergi dari enam rumah sakit di kabupaten Sleman, yaitu RSUD Sleman, RSUP Dr Sardjito, RSA UGM, RSIY PDHI, RS JIH, dan RS Hermina. Dengan operator Sleman Emergency Services (SES), serta pembentukan tenaga kesehatan, dan kader siaga strok di puskesmas.
Baca Juga: Skuad PSS Sleman Telah Resmi Dibubarkan, Pemain Pulang ke Kampung Halaman Masing-Masing
Perwakilan ANGELS Initiative Fiarry Fikaris menjelaskan, daerah siaga strok ditopang oleh tiga pilar utama. Terdiri dari masyarakat yang sadar dan waspada terhadap strok, ambulans siaga strok, serta rumah sakit siaga strok.
"Ketiganya didukung secara penuh oleh pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya," katanya memberi sambutan dalam acara pemberian penghargaan di Pendopo Parasamya Senin (11/5).
Dia bercerita, pada awal 2024 Kabupaten Sleman belum memiliki ketiganya. Padahal, diperkirakan ada sekitar 3.500 kasus strok baru setiap tahunnya di Bumi Sembada. Langkah awal yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan RSUD Sleman untuk mengembangkan layanan strok. Upaya ini membuahkan hasil dengan ditetapkannya RSUD Sleman sebagai rumah sakit siaga strok pertama di Kabupaten Sleman.
Baca Juga: Disdikpora DIY Sediakan Tiga Kriteria Beasiswa untuk Sasar 15 Ribu Siswa
"Langkah ini memotivasi rumah sakit lainnya dan pada 2026 tercatat ada enam rumah sakit siaga strok," ujarnya.
Bersama RSUD Sleman, selanjutnya dibentuk Tim Sleman Siaga Strok untuk mengidentifikasi serta mengatasi berbagai kendala pelayanan strok. Pada tahap ini ada dua rencana strategis utama, yaitu pembentukan Jaringan Operator Ambulans Siaga Strok (JOSS) serta pengembangan program FAST Cadres atau Kader Siaga Strok
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan, capaian ini merupakan hasil komitmen bersama. Khususnya dalam memperkuat sistem layanan kesehatan yang siaga, cepat, dan responsif terhadap penanganan strok.
Baca Juga: Tak Kuat Menanjak, Truk Pengangkut Excavator Terguling di Tanjakan Bibis Girimulyo Kulon Progo
"Ini sebuah pencapaian besar yang tidak hanya membanggakan, tapi jadi tanggungjawab untuk bisa terus menjaga, meningkatkan, dan mempertahankan kualitas layanan kesehatan di Sleman,” ujar Harda.
Harda menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Termasuk rumah sakit mitra, Sleman Emergency Service, tenaga kesehatan, serta kader siaga strok di tingkat puskesmas yang telah mendapatkan pelatihan khusus penanganan strok.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DIY Gregorius Anung Trihadi menyebut, prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sleman, tetapi juga bagi DIY. Harapannya capaian ini bisa jadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk memperkuat jaringan siaga strok yang cepat dan terpadu. "Edukasi publik yang masif dan berkelanjutan, sistem rujukan yang cepat dan terintegrasi serta transformasi digital dan sinergi data merupakan kunci keberhasilan program siaga strok," tegasnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita