Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Asa dalam Timbunan Sampah, Manajemen Pengelolaan Jadi Sumber Rupiah: TPS3R Madurejo Raup Jutaan Rupiah Setiap Bulan

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 10 Mei 2026 | 20:23 WIB
NILAI TAMBAH: Lokasi pengolahan sampah rumah tangga di Kalurahan Madurejo, Prambanan, Sleman. TPS3R berbasis masyarakat ini berhasil raup omzet jutaan rupiah sebulan. (AGUNG DWI PRAKOSO/RADAR JOGJA)
NILAI TAMBAH: Lokasi pengolahan sampah rumah tangga di Kalurahan Madurejo, Prambanan, Sleman. TPS3R berbasis masyarakat ini berhasil raup omzet jutaan rupiah sebulan. (AGUNG DWI PRAKOSO/RADAR JOGJA)

SLEMAN  - Timbunan sampah rumah tangga di Kalurahan Madurejo, Prambanan, Sleman tak lagi sekadar menjadi persoalan lingkungan. Melalui pengelolaan terpadu TPS3R berbasis masyarakat, sampah justru disulap menjadi sumber pemasukan hingga jutaan rupiah setiap bulan sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga setempat.

Inisiatif pengelolaan sampah di kalurahan tersebut muncul pada 2020 dengan tahap awal menentukan titik pembangunan lokasi tempat pengolahan sampah (TPS) reduce, reuse, recycle (3R). Penentuan tersebut dilakukan dengan musyawarah bersama masyarakat dengan melihat kelayakan lokasi.

"Saat itu terpilih dua lokasi di dua padukuhan," ujar Inisiator Pengelolaan Sampah Madurejo Hartoto Wahyudi kepada Radar Jogja, Minggu (10/5/2026).

Baca Juga: Tidak Hanya di Malioboro, Kini Pemkot Jogja Bakal Perluas Kawasan Tanpa Rokok hingga di Kawasan Ini: Dan Lakukan Denda di Tempat!

Inisiatif tersebut muncul karena melihat adanya potensi timbulan sampah yang relatif banyak di Madurejo. Selain itu, sampah-sampah tersebut belum terkelola dengan baik. Mayoritas masyarakat waktu itu masih mengolah sampahnya dengan cara dibakar.

"Melihat itu, muncul-lah keinginan untuk melakukan manajemen pengelolaan sampah dari rumah-rumah masyarakat yang terintegrasi menjadi satu," kata mantan Tenaga Fasilitator Program TPS3R Sleman 2012-2015 itu.

Kemudian terpilih dua lokasi yang akan didirikan TPS3R yakni di Dusun Morobangun dengan nama KMP Cendrakiswara yang melayani delapan padukuhan dan Dusun Candisingo dengan nama KSM Sihanimolek juga melayani delapan padukuhan.

"Saat ini Cendrakiswara sudah punya 125 nasabah dan Sihanimolek ada 276 nasabah," bebernya.

Baca Juga: Usai Bilang Minta Maaf, Istri Tega Iris Leher Suami dengan Pisau saat Tidur di Sebuah Losmen Parangtritis Bantul

Perputaran uang di dua lokasi tersebut juga sudah terlihat. Ia menyebut, di KMP Cendrakiswara per bulan bisa meraup omzet Rp 4,7 juta. Untuk KSM Sihanimolek bahkan omzetnya lebih besar, sekitar Rp 7 juta dalam sebulan.

"Skemanya, per nasabah membayar jasa sebesar Rp 35 ribu per bulan," jelasnya.

Fasilitas yang didapatkan nasabah, lanjutnya, berupa pengambilan sampah secara rutin.Sampah yang diambil nantinya dipilah di TPS3R oleh petugas. Sampah anorganik dijual kiloan dan sampah organik diolah untuk makan magot dan pupuk organik.

"Untuk residu ada yang dibakar dan ada yang diangkut ke TPA Piyungan melalui DLH Sleman," sambungnya.

Baca Juga: Efek Wabah PMK Tahun Lalu Jadi Penyebab Harga Hewan Kurban di Kulon Progo Naik

TPS3R saat ini masing-masing berkapasitas sekitar 600 nasabah. Ia menargetkan bisa menambah nasabah dengan melihat potensi jumlah kartu keluarga (KK) di Kalurahan Madurejo yang sebanyak 4 ribu KK.

"Maka diperlukan minimal empat bangunan hanggar TPS3R dengan kapasitas itu yang sudah kami persiapkan di padukuhan Mutihan dan Sembir," terang dia.

Saat ini secara kelembagaan, dua manajemen pengelolaan sampah tersebut masih dikelola oleh pengurus yang merupakan masyarakat setempat. Kemudian, berdasarkan kesepakatan warga, program tersebut akan menjadi salah satu unit usaha BUMKal di kalurahan Madurejo.

Baca Juga: Dinas Kesehatan Provinsi DIY: Pasien Suspek Hantavirus di Kulon Progo Dipastikan Negatif 

"Semoga dapat lebih berkelanjutan dan tidak hanya sekadar mengatasi masalah sampah, namun dapat berorientasi ke wirausaha yang dapat menyerap tenaga kerja," harapnya.

Sementara ini, total ada 12 petugas sampah yang bekerja di dua TPS3R tersebut. Laba yang didapat dari pengelolaan sampah diakui memang hanya bisa untuk menggaji para pegawai. Pun diharapkan, ketika nasabah bertambah dan sudah bergabung dengan BUMKal bisa juga menyumbang pendapatan asli kalurahan (PAKal). (oso/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#TPS3R Madurejo #sumber rupiah #prambanan #omzet jutaan rupiah #pengelolaan sampah