Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Polisi Masih Dalami Latar Belakang Keberadaan 11 Bayi di Sebuah Rumah di Pakem

Fahmi Fahriza • Sabtu, 9 Mei 2026 | 20:34 WIB

 

Ilustrasi bayi.
Ilustrasi bayi.

 

 

SLEMAN - Penemuan 11 bayi pada sebuah rumah di Kelurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Jumat (8/5), memicu penyelidikan aparat kepolisian. Kasus ini mencuat setelah adanya laporan warga yang mencurigai aktivitas di lokasi tersebut.

 

Kapolsek Pakem AKP Samiyono mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi usai menerima informasi dari masyarakat. "Atas informasi dari warga ada beberapa bayi di suatu rumah, dan kami sudah cek ke lokasi tersebut," katanya, Sabtu (9/5).

 

Disampaikan bayi-bayi tersebut sudah diamankan, namun untuk detail kondisinya secara spesifik, Samiyono belum bisa menjelaskan. 

Baca Juga: Southampton Didakwa Melanggar Aturan EFL Karena Memata-matai Middlesbourg Jelang Playoff

"Untuk penanganan saat ini ditindaklanjuti oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sleman, dan masih dalam tahap penyelidikan,"  ujarnya.

 

Namun demikian, hingga kini kepolisian belum mengungkap secara rinci latar belakang dan motif keberadaan belasan bayi tersebut. Termasuk apakah ada indikasi pelanggaran hukum seperti praktik adopsi ilegal, penelantaran, atau bentuk lain yang melanggar aturan.

 

Secara garis besar, penanganan kasus kini berada di bawah Unit PPA Polresta Sleman, dengan fokus awal pada pengamanan dan kondisi para bayi.

 Baca Juga: Prediksi Skor Manchester City vs Brentford Sabtu 9 Mei 2026, The Citizens Ingin Pangkas Selisih dengan Arsenal

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro menyatakan, penanganan memang dilakukan lintas instansi, melibatkan unsur pemerintah daerah hingga dinas terkait.

"Sampai saat ini kepolisian sudah menangani bersama-sama dengan perangkat pemerintahan dari kapanewon dan desa, balai rehabilitasi sosial dan pengasuhan anak (BRSPA) dinas sosial, serta dinas pendidikan," kata Argo.

 

Ia juga menegaskan, keselamatan anak-anak tersebut menjadi prioritas utama di tengah proses penyelidikan yang masih terus berjalan. "Kami akan selalu berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan selanjutnya," lanjutnya.

 Baca Juga: Pep Guardiola Yakin Phil Foden Akan 'Meleda' Jika Kembali Menemukan Kecintaan di Sepak Bola

Meski demikian, kepolisian belum membuka detail perkembangan penyelidikan kepada publik. Kasus ini masih menyisakan sejumlah pertanyaan, terutama terkait asal-usul bayi, pihak yang bertanggung jawab, serta kemungkinan adanya praktik yang melanggar hukum di balik temuan tersebut.

"Mohon doanya agar kami dapat menangani ini dengan tepat, tuntas, profesional, dan menjunjung tinggi keadilan," tutur Argo. (iza/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Sleman #polresta #bayi #argo #pakem