SLEMAN - Tim Gegana Brimob Polda DIY bergerak cepat melakukan pengecekan dugaan kebocoran gas di pabrik es kristal yang berada di Dusun Bayen, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Sabtu (9/5/2026) siang.
Tim melakukan proses dekontaminasi zat berbahaya yang masih ada di dalam area pabrik.
Wadanden Gegana Satbrimob Polda DIY Kompol Edi Efiyanto menjelaskan, dalam proses pemeriksaan kali ini, pihaknya menerjunkan sebanyak dua tim dari Satuan Kimia, Biologi, Radioaktif, dan Nuklir (KBRN) yang terbagi menjadi dua sesi.
"Ini penanganan kebocoran gas. Cuma untuk kebocoran gasnya jenis apa baru kami tangani. Kemudian kami juga sudah koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk nanti hasilnya seperti apa nanti akan kami koordinasikan," jelasnya, Sabtu (9/5/2026).
Edi mengaku jika timnya masih terus melakukan proses pemeriksaan. Sehingga untuk saat ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait sumber kebocoran gas yang terjadi di pabrik es tersebut.
"Kami belum bisa menyimpulkan itu. Kami tunggu perkembangan gasnya ini ya seperti apa," cetusnya.
Sementara Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman Raditya Kusuma
Tejamurti menyebut, saat ini tercatat 23 warga mengalami gangguan kesehatan, satu di antaranya masih anak-anak dan lainnya dewasa.
"Dari jumlah itu, terdapat tiga orang mengeluh sesak dan membutuhkan penangan oksigen dengan saturasi awal kurang dari 95. Tapi setelah mendapatkan oksigenasi selama 30 menit keadaan membaik dan dipulangkan," lontarnya.
Oleh karena itu, lanjut Raditya, pihak Dinkes Kabupaten Sleman langsung melakukan koordinasi dengan DLH untuk pengambilan sampel air bersih dan sampel air dari irigasi.
Sampel itu nantinya akan dikirimkan ke Labkesda untuk dilakukan pengujian.
"Sejauh ini belum ada warga yang dirawat di rumah sakit," tegasnya. (ayu)
Editor : Meitika Candra Lantiva