Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ditarget Jadi Destinasi Nasional, Rencana Pembangunan Kereta Gantung Prambanan Senilai Rp 200 Miliar Masih Tunggu Izin TKD

Delima Purnamasari • Kamis, 7 Mei 2026 | 20:35 WIB
Kepala DPMPTSP Kabupaten Sleman, Triana Wahyuningsih. Delima Purnamasari/Radar Jogja
Kepala DPMPTSP Kabupaten Sleman, Triana Wahyuningsih. Delima Purnamasari/Radar Jogja

SLEMAN - Rencana pembangunan kereta gantung Prambanan senilai Rp 200 miliar masih terkendala proses perizinan pemanfaatan tanah kas desa (TKD).

Meski demikian, proyek wisata bertajuk Prambanan Heritage Skyline yang digadang menjadi destinasi nasional baru itu terus didorong karena dinilai memiliki daya ungkit besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi Sleman.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman Triana Wahyuningsih mengatakan, rencana destinasi ini sudah mengantongi kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR).

Baca Juga: Sudah Tiga Musim, Bek PSIM Jogja Yusaku Yamadera Ingin Terus Lanjutkan Karier di Sepak Bola Indonesia

Hanya, saat ini masih mengurus izin ke provinsi karena lahan yang digunakan merupakan TKD. 

"Ini murni ide investor dan kami mendukung setiap investasi karena akan menambah pendapatan daerah lewat pajak hiburan dan sebagainya," katanya ditemui, Kamis (7/5/2026). 

Triana menyebut, sebagian jalur kereta gantung yang akan menghubungkan kawasan Tebing Breksi, Candi Banyunibo, dan Candi Miri juga melintasi kawasan lahan sawah dilindungi (LSD). Di sisi lain, Kabupaten Sleman mendapat amanat dari pemerintah pusat agar 87 persen wilayahnya tetap masuk kawasan LSD.

Baca Juga: Hadapi Ancaman Megathrust, Basarnas Yogyakarta Klaim Alut Evakuasi Sudah Lengkap

Karena itu, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang guna memastikan proyek tetap berjalan sesuai ketentuan dan tidak melanggar batasan pemanfaatan lahan.

"Prambanan adalah kawasan pengembangan kawasan strategis nasional untuk wisata sehingga harapannya segera terwujud, tetapi perizinan tetap harus sesuai," tegasnya. 

Untuk proyek ini juga telah dilakukan koordinasi dengan Kementerian Kebudayaan karena berdiri di wilayah cagar budaya. Triana memastikan pembangunan tidak mengganggu situs-situs bersejarah yang ada.

Baca Juga: Derby DIY PSIM Kontra PSS Akan Kembali di Kasta Tertinggi, Pengamat Ingatkan Potensi High-Risk Match

Lantaran konstruksinya tidak masif karena lebih pada tiang-tiang pancang untuk memperlihatkan pemandangan yang ada. 

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan, semakin cepat proyek bisa beroperasi akan semakin baik. Lantaran akan mengangkat dunia pariwisata DIY, tidak hanya Sleman.

"Daya ungkit ekonomi kereta gantung ini tinggi. Itu akan sebanding dengan pajak hiburannya," ungkap Harda. (del/wia

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Destinasi Nasional #Kereta Gantung Prambanan #Daya ungkit ekonomi #investasi #izin TKD Jogja