Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tebing 70 Meter Longsor Timpa Saluran Air, 550 Keluarga di Girikerto dan Wonokerto Sleman Terdampak

Delima Purnamasari • Rabu, 6 Mei 2026 | 21:30 WIB
GOTONG ROYONG: Warga Girikerto dan Wonokerto saat melakukan penanganan longsor yang menimpa saluran air. (Dokumentasi Pribadi)
 
GOTONG ROYONG: Warga Girikerto dan Wonokerto saat melakukan penanganan longsor yang menimpa saluran air. (Dokumentasi Pribadi)  

SLEMAN - Sebanyak 550 keluarga di Kalurahan Girikerto dan Kalurahan Wonokerto harus membuat saluran sementara untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Hal ini merupakan dampak dari peristiwa longsor yang menimpa saluran air warga. 

Sukarjo, koordinator lapangan untuk penanggulan bencana ini menjelaskan, tebing dengan tinggi 70 meter dengan lebar sekitar 50 meter mengalami longsor pada Selasa (14/4). Longsor menimpa saluran air bersih di wilayah hutan Taman Nasional Gunung Merapi di wilayah Girikerto. 

Baca Juga: Cabuli Dua Anak di Bawah Umur, Pegawai SPPG Ditahan di Mapolres Sleman, Pelaku Pelajar Dititipkan di BPRSR Dinsos DIY

Akibatnya, 2.500 jiwa yang terdampak. "Saluran tertimbun dan bak penampungannya juga. Sumbernya mata air Kali Krasak. Sekitar 3,5 kilometer dari puncak Merapi," rincinya ditemui usai mendapat bantuan perpipaan di Balai Kalurahan Mororejo Rabu (6/5). 

Untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-hari, langkah darurat dilakukan dengan membuat pipa sementara untuk mengalirkan air dari wilayah Magelang. Sementara bantuan Rp 30 juta yang diterimanya, akan digunakan untuk pengadaan pipa-pipa baru. 

Baca Juga: PKJ Digadang Cegah Tawuran, Tapi Sehari Usai Launching Malah Pecah Aksi Tawuran Antarpelajar: Begini Penjelasan Disdikpora DIY

Sukarjo mengaku, penanganan masih berlangsung hingga hari ini. Warga terus bergotong-royong untuk penggalian longsoran. Termasuk untuk pemasangan bronjong sebagai langkah pengamanan agar tidak terjadi kejadian serupa ke depannya. "Penanganan penggalian longsor secara swadaya sampai 70 orang," tambahnya. 

Meski demikian, penanganan ini diakuinya tidak mudah. Sebab warga harus berjalan kaki sejauh dua kilometer menyusuri tebing Kali Krasak. 

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menjelaskan, dengan bantuan yang diberikan persoalan air ini bisa tertangani. Bantuan yang diberikan sendiri berkolaborasi dengan Baznas. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kalurahan wonokerto #Taman Nasional Gunung Merapi #Kalurahan Girikerto #saluran air #Longsor