SLEMAN - Puluhan orang mengalami keracunan usai mengonsumsi nasi boks dalam acara pengajian pamitan haji warga Getas Toragan, Tlogoadi, Mlati, Sleman. Data terakhir dari dinas kesehatan ada 43 orang yang bergejala. Sebanyak 32 orang datang ke posko, periksa ke Puskesmas Mlati II tiga orang, RSA UGM 7 orang, dan obat mandiri satu orang.
Salah satu warga yang terdampak adalah Suratmi yang mengaku pusing, mules, dan diare. "Saya itu makan jam 12 siang, kerasa gejalanya sore jam empat," katanya saat ditemui usai memeriksakan diri di posko kesehatan darurat, Senin (4/5).
Baca Juga: Gunungkidul Masuk Kawasan Endemik Antraks, Pemkab Pastikan Hewan Kurban Aman
Dia bercerita turut diundang dalam pengajian ini, tetapi tidak bisa hadir karena ada agenda lain. Lalu, akhirnya hanya suaminya yang datang. Nasi kotak dan snack yang didapat lalu dibawa pulang untuk dimakan bersama.
Saat itu suaminya menyisakan ayamnya dan karena merasa eman-eman akhirnya dia yang memakan. "Eman-eman jadi saya makan. Tapi waktu mau selesai itu saya buang karena ayamnya kaya klenyit. Tidak lanjut makan," ujarnya.
Baca Juga: WFH Sleman Dimulai Jumat Pekan Ini, Dilakukan Secara Bergantian Antar-pegawai
Usai merasakan sejumlah gejala dia memutuskan untuk mengonsumsi paracetamol. Lantaran tidak segera merasa baikan, akhirnya dia memeriksakan diri di posko darurat. Dia diberi paracetamol, oralit, obat muntah, dan obat mual. Saat ini kondisinya sudah mendingan.
Sementara itu, Panewu Mlati Dyah Purwanti menjelaskan, saat ini masih terus dilakukan pemantauan terhadap mereka yang mengonsumsi nasi boks dalam acara pamitan haji ini. Mengingat sejumlah kerabat pemilik acara yang tersebar di beberapa wilayah maupun yayasan yang turut dibagi nasi kotak.
"Jadi kami ada link google untuk mendata apabila mereka merasakan gejala yang sama," katanya.
Sementara ini dia sebut korban bergejala sudah ditangani dengan pemeriksaan petugas medis di posko darurat dan pemberian obat. Tidak ada yang perlu sampai dirujuk. Atas kejadian ini dia turut mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat mengonsumsi makanan.
Jika memang sudah terasa berbeda, berbau aneh, atau berlendir jangan dimakan. "Jadi agar tidak terjadi kasus keracunan seperti ini kembali," pesannya. (del/laz)