SLEMAN - Kabupaten Sleman direncanakan mendapat suntikan investasi senilai Rp 200 miliar dari proyek kereta gantung di Kapanewon Prambanan. Fasilitas penunjang wisata bertajuk Prambanan Heritage Skyline ini akan menghubungkan destinasi Tebing Breksi, Candi Banyunibo, dan Candi Miri.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menargetkan, pada tahun ini seluruh perizinan bisa selesai dan proses pembangunan segera dimulai. Terkait sebagian lokasi yang berstatus lahan sawah dilindungi (LSD), dia sebut sudah dibahas dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang.
Harda juga mengaku telah berkoordinasi dengan balai pelestarian kebudayaan agar bangunan kereta gantung ini tidak mengganggu situs-situs bersejarah yang ada. "Investor sudah ada dan kami terus berproses. Saat ini kami persiapan untuk paparan ke provinsi," katanya Minggu (3/5).
Semakin cepat proyek bisa beroperasi dia yakin akan semakin baik karena akan mengangkat dunia pariwisata DIY, tidak hanya Sleman. Apalagi saat ini infrastruktur pendukung sudah semakin baik dengan adanya jalan tembus Prambanan-Wonosari. Sektor pariwisata dengan kereta gantung ini dia yakin akan cepat populer. Untuk nantinya bisa turut mengoptimalkan pendapatan bagi daerah.
Baca Juga: Babak Pertama: Gustavo Tocantins Bawa PSS Sleman Ungguli PSIS Semarang
"Daya ungkit kereta gantung ini tinggi. Itu akan sebanding dengan pajak hiburannya," ungkap Harda.
Sementara itu, Lurah Bokoharjo Dody Heriyanto menjelaskan, luasan wilayah Bokoharjo yang akan digunakan untuk proyek ini sekitar enam hingga tujuh hektare. Nantinya juga digunakan untuk berbagai macam fasilitas pendukung, seperti lahan parkir dan UMKM.
"Lahannya TKD dan sebagian memang ada yang LSD jadi harus berproses hingga kementerian," katanya.
Baca Juga: Kementan Optimalkan Produktivitas Brigade Pangan Aceh Timur dengan Alsintan
Untuk itu sampai dengan saat ini memang belum ada progres pembangunan yang dilakukan. Saat ini lahan masih digunakan untuk penanaman padi maupun palawija meski diakui kualitas tanahnya kurang baik.
"Nanti mulai dari Candi Banyunibo memanjang sekitar empat kilometer. Harapannya bisa menambah wahana di Prambanan dan meningkatkan perekonomian kami," tambahnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita