Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dongkrak PAKal, BUMKal Madurejo Prambanan Berhasil Kembangkan Melon dan Bebek Petelur

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 3 Mei 2026 | 05:06 WIB
Pemkal Madurejo, Prambanan mulai raup untung dari pemberdayaan warga sekitar melalui BumKal

 

 
Pemkal Madurejo, Prambanan mulai raup untung dari pemberdayaan warga sekitar melalui BumKal    

 

 

Kalurahan Madurejo, Prambanan, Sleman butuh beberapa kali mencoba untuk menemukan potensi wilayahnya. Tidak sedikit upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Madurejo untuk menemukan potensi yang paling cocok untuk dikembangkan dan bisa memberdayakan masyarakat.

Mulai dari destinasi wisata hingga wisata budaya pernah mereka garap. Namun, sektor tersebut dirasa belum maksimal, hingga saat ini mereka menemukan ide baru untuk mendongkrak pendapatan asli kalurahan (PAKal) yang terintegrasi melalui badan usaha milik kalurahan (BUMKal).

 "BUMKal ini kan berdiri di akhir Desember 2025, kami langsung mulai dengan dua unit usaha sebagai awalan,"ujar Direktur BUMKal Ayodya Tulada Madurejo Nanang Roy Indriyanto kepada Radar Jogja, Jumat (1/5).

Baca Juga: Razzi Taruna Mundur dari PSIM Jogja, Liana Tasno Sebut Tak Ada Persoalan di Internal Tim

Dua unit usaha tersebut berupa greenhouse melon dan peternakan bebek petelur. Usianya tergolong baru. Belum ada satu tahun. Namun, dari sisi produktivitas dan pendapatan, keduanya sudah menunjukkan tren yang positif. "Kami sudah jalan, sudah bisa produksi, dan sudah bisa menghasilkan finansial karena memang ditujukan menjadi PAKal," bebernya.

Perputaran uang, sementara ini bertumpu pada hasil panen melon yang menghasilkan sekitar Rp 15 juta dalam dua kali panen. Konsep penjualan komoditas melon dilakukan secara konvensional dan melalui wisata petik melon.

Kemudian unit usaha peternakan bebek petelur sistem kering. Tahap budidaya awal, ada sekitar 500 ekor bebek. Saat ini produksinya per hari sudah mencapai 121 butir telur dan rata-rata produksinya meningkat antara delapan butir sampai 15 butir telur.

Baca Juga: Ketua Komisi D DPRD DIY Rb. Dwi Wahyu Budiantoro Raih Doktor Manajemen Pendidikan dari UNY, Tawarkan Model Kurikulum SMK Berbasis Budaya Lokal

"Puncak maksimal nanti produktivitas dari bebek ini sekitar 95 persen, jadi sekitar nanti angkanya di 480 butir telur per hari dari 500 ekor itu," jelasnya.

Menariknya, pemasaran produk telur bebek dilaksanakan dengan menggandeng masyarakat dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sekitar. Saat ini ada sekitar 60 UMKM di Madurejo. Sekitar 20 persen dari jumlah UMKM bergerak di bidang yang berhubungan dengan telur, yakni telur asin maupun untuk lauk makan.

"Jadi kami menjualnya tidak per hari karena permintaannya banyak, sedangkan produktivitas belum maksimal, biasanya dua hari sekali kami jual," paparnya.

Baca Juga: Pilih Swasta karena Ingin Pendidikan Karakter, Dindikpora Kota Jogja Catat 25 Persen Kuota SD Negeri Lowong

Selama dua hari sekali, BUMKal bisa menjual telur antara 150 sampai 200 butir. Jika dihitung rerata selama 10 hari, pendapatan dari unit usaha tersebut sekitar Rp 3 juta. Dari dua unit usaha yang dimiliki, ada sekitar empat orang warga sekitar yang diberdayakan menjadi pegawai operasional.

Jumlah pegawai berpotensi bertambah seiring dengan perkembangan dari unit usaha BUMKal. Rencananya, akan ada beberapa unit usaha tambahan yang akan dihadirkan, yakni budidaya ayam petelur, supplier beras, penggemukan sapi, dan pengolahan sampah.

Pegawai unit usaha Greenhouse Melon BUMKal Ayodya Tulada Madurejo Fajar Putranto menambahkan kapasitas green housenya mencapai 450 pohon melon. Varietas melon yang ditanam adalah Kaori dan Sweet Honey.

Baca Juga: Terbatasnya Anggaran Jadi Kendala untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Sekolah Negeri di Sleman

"Panen itu sekitar 70 hari, metode tanam sistem hidroponik," ujarnya.

Menurutnya, dalam sekali panen satu greenhouse bisa menghasilkan sampai 800 kilogram. Satu buahnya bisa seberat 1,5 kilogram hingga dua kilogram. Sebab, kebutuhan pasar paling laku dengan berat tersebut.

 Kemudian dari sisi manfaat pemberdayaan, ia juga mulai merasakan dampak positifnya karena mendapat penghasilan tambahan. "Sekali panen itu saya diberi sekitar Rp 4 juta hingga Rp 5 juta," ucapnya. (oso/pra)

Editor : Heru Pratomo
#prambanan #Telur Bebek #BUMKal #greenhouse melon #Madurejo