Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wadahi Energi Berlebih Anak Muda di Atas Ring, Sembada Fight Championship Siap Digelar di GOR Tridadi  Sleman

Adib Lazwar Irkhami • Sabtu, 2 Mei 2026 | 17:24 WIB
Para peserta saat melakukan penimbangan di Ricy Cafe, Sabtu (2/5) pagi. Rizky Wahyu/Radar Jogja 
Para peserta saat melakukan penimbangan di Ricy Cafe, Sabtu (2/5) pagi. Rizky Wahyu/Radar Jogja 

 



SLEMAN - Fenomena kekerasan jalanan atau klithih yang masih menghantui wilayah Jogjakarta, memicu keprihatinan berbagai pihak.

Alih-alih hanya meratap, sekelompok pegiat olahraga bela diri di Bumi Sembada memilih mengambil langkah konkret.

Mereka mencoba menjaring energi berlebih para pemuda untuk disalurkan ke jalur prestasi, bukan aksi anarkistis  di jalanan.

Wadah ini bertajuk Sembada Fight Championship (SFC). Ajang adu jotos resmi ini bakal berlangsung di GOR Tridadi, Sleman, pada Minggu (3/5) pagi.

Baca Juga: Ada Pelepasan Lampion di Borobudur, Tiap Jelang Waisak Hotel di Magelang Selalu Kekurangan Kamar

Ketua Panitia Sembada Fight Championship Tegar Artha Graha mengatakan, SFC merupakan ajang pertama di DIJ yang berani menyatukan tiga disiplin ilmu bela diri sekaligus dalam satu panggung, yakni boxing, kickboxing, dan muay thai. 

Dalam kegiatan ini, ada 178 peserta yang ambil bagian. 

Dari total itu ada sebanyak 158 peserta putra dan 20 peserta putri.  Namun dari jumlah tersebut, peserta tidak hanya datang dari kalangan dewasa. SFC juga membuka kelas bagi petarung usia dini atau anak-anak. 

Menurut Tegar, langkah itu diambil sebagai antitesis dari aksi klithih yang kerap melibatkan anak di bawah umur dan remaja.

"Kami melihat situasi Jogja yang sedang marak perkelithihan. SFC ini adalah wadah. Kalau ada anak muda yang punya energi dan tenaga berlebih, kami fasilitasi mental dan fisiknya di atas ring.

Di sini tempat yang benar, bukan di jalanan yang tidak fair,"  lontarnya, Sabtu (2/5).

Baca Juga: Truk Mundur Hantam Rumah di Panggang Gunungkidul, Sopir Sepakat Ganti Kerugian Rp 21,4 Juta

Tegar menjelaskan ajang SFC tak hanya jagoan lokal dari Sleman saja. Namun ada juga yang berasal dari Kota Jogja, Magelang, hingga Jawa Timur.

 Ajang ini juga memiliki daya tarik internasional. Setidaknya ada delapan petarung berkebangsaan asing (bule) yang turut ambil bagian, salah satunya dari Uzbekistan.

Baca Juga: Tak Demo, Buruh di Kota Magelang Pilih Punguti Sampah hingga Bersihkan Saluran Air Peringati May Day  

​ "Untuk edisi pertama ini, kami gelar turnamen kickboxing kelas 70 kg yang diikuti delapan peserta untuk memperebutkan sabuk dan piala Sembada Fight Championship," ungkapnya. 

Oleh karena itu, melalui event ini, Tegar berharap bisa lahir talenta-talenta baru yang bisa mengharumkan nama Sleman dan DIJ di kancah nasional maupun internasional. 

Sebab, pihaknya ingin mengubah stigma negatif hobi bertarung menjadi sebuah kebanggaan di atas podium.

​"Target utama kami pembinaan. Kami ingin combat sport semakin dicintai dan menjadi sarana positif bagi masyarakat, khususnya anak muda," ujarnya. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Sembada Fight Championship #Klithih #GOR Tridadi