SLEMAN - Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Sleman tercatat empat kali jadi korban penipuan laporan palsu dari debt collector pinjaman online (DC pinjol). Hal ini diakui oleh Kepala Bidang Kebakaran Satpol PP Sleman Gunardi. Dia bercerita jika modusnya memang bertujuan untuk mempermalukan rumah-rumah yang memiliki pinjaman.
"Laporannya kalau ada ular, jadi kami langsung respons dan datang ke TKP," katanya ditemui di kantornya Jumat (24/4).
Baca Juga: Tinjau Sekolah Rakyat, AHY Sempat Menanyakan Fasilitas Lapangan Voli dan Olahraga
Lokasi yang jadi sasaran terakhir berada di Kapanewon Depok. Sementara sebelumnya berada di Kapanewon Tempel. Petugas damkar sempat mendatangi salah satu peminjam yang jadi sasaran, orang tersebut mengaku sampai menjual rumah demi melunasi utangnya. Atas kejadian-kejadian ini dia sebut belum ada laporan resmi ke kepolisian.
Baca Juga: Kontras Performa PSIM Jogja; Dari 30 Poin ke 9 Poin, Van Gastel Singgung Ketimpangan Skuad
Gunardi mengaku, sebenarnya selama ini sudah dilakukan upaya antisipasi untuk memastikan pelapor itu benar-benar asli. Strateginya dengan menanyakan detail-detail lokasi. Namun, DC ini bisa menjawab pertanyaan tersebut karena mungkin sudah sering datang ke lokasi. Ke depan dia sebut akan dilakukan pengecekan lebih teliti lagi ke depannya.
"Mungkin bisa disebut rugi waktu dan operasional. Tapi ini juga jadi risiko tugas penyelamatan," tambahnya.
Selama 2026 hingga Senin (13/4), Damkar Sleman telah melakukan 42 penanganan kebakaran. Sementara untuk penyelamatan ada 885 kasus. Penyelamatan hewan 856, pelpasan cincin satu kasus, penyelamatan pada ketinggian tiga kasus, dan operasi lainnya ada 25 kasus. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita