SLEMAN - Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Syukron Arif Muttaqin mendorong masyarakat Kalurahan Sidomoyo, Kapanewon Godean, untuk lebih memahami pentingnya koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi perkoperasian yang dilaksanakan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman selama dua hari, Rabu (22/4/2026) dan Kamis (23/4/2026).
Kegiatan diikuti dua angkatan sebanyak 70 peserta. Masing-masing angatan terdiri 35 orang per hari. Hari pertama peserta berasal dari Dusun Simping, sedangkan hari kedua dari Dusun Dukuh.
Syukron mengatakan koperasi menjadi solusi di tengah tantangan ekonomi dan persaingan usaha kecil. Melalui koperasi, masyarakat dapat memperkuat modal, pemasaran, dan kesejahteraan anggota.
“Koperasi bisa menjadi kekuatan ekonomi warga. Jika dikelola dengan baik, profesional,dengan partisipasi aktif dari anggota,koperasi mampu membantu usaha kecil menjadi lebih berkembang,” ujarnya Anggota Komisi B DPRD Sleman itu.
Acara berlangsung di sebuah rumah makan di daerah Sidomoyo, Godean. Peserta mendapat pengetahuan dan pemahaman mengenai prinsip dasar koperasi, yakni keanggotaan sukarela, pengelolaan demokratis, pembagian SHU secara adil, kemandirian, pendidikan perkoperasian, dan kerja sama antar koperasi.
Dalam paparan yang disampaikan Narasumber di jelaskan tentang Bentuk koperasi yang ada di Indonesia,yaitu Koperasi primer dan Koperasi Sekunder, koperasi primer adalah koperasi yang anggotanya adalah orang per orang, sedangkan koperasi sekunder adalah koperasi yang anggotanya adalah koperasi-koperasi primer...
Selain bentuk koperasi di jelaskan pula tentang tingkatan koperasi yaitu Koperasi Primer Kabupaten, koperasi ini seluruh anggotanya merupakan penduduk di satu wilayah Kabupaten, kemudian Koperasi Primer Provinsi. Koperasi ini anggotanya memiliki KTP antar Kabupaten dalam satu Propinsi. Selanjutnya Koperasi Primer Nasional yang mana anggota Koperasi ini memiliki KTP antar Provinsi dalam satu Negara...
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman Sutiasih, SP, MM mengungkapkan pemerintah terus mendorong tumbuhnya koperasi berbadan hukum yang "sehat"
“Koperasi harus tumbuh dari kebutuhan masyarakat. Kami siap mendampingi agar koperasi berjalan sehat dan bermanfaat,” katanya.
Pada kesempatan ini Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Sleman menjelaskan terdapat enam jenis koperasi. Diantaranya koperasi konsumen, produsen, pemasaran, jasa, simpan pinjam, serta KDMP (Koperasi Desa Merah Putih).
Selain sosialisasi, dinas juga melakukan pembinaan berupa pendampingan penyusunan laporan keuangan, pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, serta Manajemen tata kelola koperasi
Dalam kegiatan tersebut, kelompok UMKM pembuat ketupat dari Dusun Simping menyampaikan keinginannya untuk mendirikan koperasi, peserta sosislisasi tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, dan aktif dalam sesi diskusi yang di buka oleh Narasumber. (naf)
Editor : Bahana.