SLEMAN – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas tinggi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat 160 kali guguran lava dan 40 kali luncuran lava ke arah barat daya pada Selasa (21/4/2026). Status aktivitas tetap Level III (Siaga) hingga pengumuman selanjutnya.
Laporan harian BPPTKG periode pengamatan 00.00–24.00 WIB menyebutkan cuaca di kawasan Merapi berawan hingga mendung dengan angin lemah bertiup ke barat dan timur. Suhu udara berkisar 18,3–27,1 °C, kelembaban 71,7–99 %, tekanan udara 871–916,3 mmHg, dan curah hujan 5 mm per hari.
Secara visual, gunung tampak jelas meski sesekali berkabut. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih tebal teramati mencapai tinggi 100–150 meter di atas puncak kawah.
Baca Juga: Kejari Gunungkidul Akhirnya Turun Tangan, Tugaskan Jaksa Kontrol Kualitas Menu MBG
Dari sisi kegempaan, BPPTKG mencatat:
- 160 guguran dengan amplitudo 2–37 mm dan durasi 33,88–231,92 detik
- 72 gempa hybrid/fase banyak (amplitudo 2–42 mm, durasi 6,84–63,35 detik)
- 14 gempa vulkanik dangkal (amplitudo 3–80 mm, durasi 9,42–29,07 detik)
- 1 gempa tektonik jauh (amplitudo 7 mm, durasi 89,24 detik)
Teramati pula 40 kali guguran lava mengalir ke arah barat daya melalui Kali Sat/Putih, Kali Krasak, Kali Bebeng, dan Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Baca Juga: JAWA POS - RADAR JOGJA, EDISI RABU, 22 APRIL 2026
Menurut laporan resmi, suplai magma masih berlangsung sehingga berpotensi memicu awan panas guguran (APG). Daerah potensi bahaya saat ini meliputi:
- Sektor selatan-barat daya: Sungai Boyong maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng maksimal 7 km
- Sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km dan Sungai Gendol maksimal 5 km
- Lontaran material vulkanik pada letusan eksplosif dapat mencapai radius 3 km dari puncak
BPPTKG memberikan rekomendasi tegas kepada masyarakat:
1. Tidak melakukan aktivitas apapun di dalam daerah potensi bahaya.
2. Mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat hujan di sekitar Merapi.
3. Mengantisipasi gangguan abu vulkanik jika terjadi erupsi.
4. Selalu mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan PVMBG.
Jika terjadi perubahan aktivitas signifikan, status Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Laporan ini disusun oleh petugas BPPTKG Alzwar Nurmanaji, A.Md dan Erwin Widyon berdasarkan data pemantauan real-time KESDM-Badan Geologi-PVMBG.
Editor : Iwa Ikhwanudin