SLEMAN - Pemandangan tak biasa terjadi di Warung Konco nDeso Minggu (19/4). Rumah makan yang berlokasi di Sendangadi, Mlati, Sleman ini dipenuhi dengan orang yang serempak memakai baju berwarna hijau lengkap dengan logo Kakbah. Mereka adalah orang-orang yang beralih masuk ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Dalam kegiatan bertajuk Deklarasi ke Rumah Besar PPP ini, ada sejumlah kader baru yang selama ini dikenal sebagai tokoh dari Partai Amanat Nasional (PAN). Sebut saja Sadar Narima, Nurhidayat, Aris Suranto, hingga Dodik Ariyanto. Boyongan ini ditandai dengan dengan pembacaan ikrar dan penyerahan bendera partai.
Ketua panitia acara Dodik Ariyanto mengaku, ini bukan sekadar perpindahan individu. Tiap-tiap tokoh membawa gerbongnya masing-masing untuk ikut hijrah. Perpindahannya diakui karena adanya kesamaan visi misi dan adanya peluang lebih besar. Sementara keberadaan mereka di partai berlambang matahari putih juga sudah terlalu lama.
"Kami di partai lama sudah menduduki jabatan tertinggi. Dari ketua, bendahara, sekretaris, sampai tingkat ranting. Ini bukan gerbong kosong," kata eks pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Sleman di sela-sela acara.
Target mereka adalah satu, yakni menjadikan PPP memiliki fraksi tersendiri di Bumi Sembada. Lantaran saat ini masih bergabung dengan Partai Nasional Demokrat (NasDem) membentuk fraksi PPP-Nasdem. Masing-masing memperoleh tiga kursi di DPRD Sleman. Untuk bisa mencapai target tersebut setidaknya perlu satu kursi anggota legislatif tambahan. Namun, Dodik optimis target enam kursi PPP bisa diraih.
"Kami memiliki kader yang siap jadi anggota DPRD Sleman. Contoh di dapil satu ada Mas Aris Suranto lalu di dapil tiga ada Bapak Nurhidayat," tegasnya.
Dia mengakui, jika kegiatan ini memang semacam bedol desa dari PAN. Namun, ini bukan sesuatu yang mendadak. Beberapa bulan terakhir telah dilakukan koordinasi dengan semua senior di partai sebelumnya. Hingga akhirnya mereka semua bertekad untuk hijrah dan menjadikan PPP sebagai rumah yang baru.
Hal senada diungkapkan oleh Nurhidayat. Eks DPRD Sleman ini mengaku, sejak awal aslinya dia adalah PPP. Hanya saja pasca-reformasi Amien Rais sebagai guru politiknya ada keterikatan dengan PAN. Namun, kini dia juga ikut hengkang dari partai yang identik dengan warna biru ini. "Saya tidak main-main. Saya bawa gerbong hampir 130 orang kembali ke rumah besar ini. Kalau bisa partai yang kemarin saya ikuti tidak ada kursinya," ujar pria yang akrab disapa Dayat ini.
Dia optimistis, target PPP untuk jadi partai besar bisa tercapai. Termasuk cita-cita agar memiliki satu kursi untuk tiap dapil. Kondisi ini bisa tercipta karena pergeseran politik di Sleman yang dia nilai sangat cepat.
Sementara itu, Ketua DPC PPP Sleman Untung Basuki Rahmat menjelaskan, tambahan kader ini menunjukkan bahwa PPP semakin dipercaya berbagai kalangan. Saat ini tugas mereka adalah agar semua dapil bisa terisi. Untuk nantinya bisa memenangkan kontestasi Pileg dan bisa lebih berperan di Pilkada mendatang. "Nanti di wilayah Sleman warnanya akan berbeda dengan waktu-waktu yang lalu. Kira-kira seperti itu," katanya.
Hitung-hitungannya, jika kader-kader baru ini bisa mengembalikan suara setengah saja dari yang kemarin diperoleh dari partai sebelumnya maka target PPP bisa terisi. Lantaran partainya sudah memiliki loyalis dan suara, hanya kurang saja dan perlu ditambahi.
"Kami tawarkan ke Mas Dodik dan kawan-kawan kami punya modal. Hanya kurang, bukan kosong. Silakan yang kurang-kurang itu ditambahi untuk mencapai target," tegasnya.
Untung juga mengaku partainya juga akan mendapat tambahan anggota dari sejumlah ASN yang pensiun dalam waktu dekat. Termasuk lurah-lurah yang masa baktinya sudah habis. Bagi mereka yang memiliki latar belakang apa pun disebut juga bisa bergabung dengan PPP.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD PAN Sleman Raden Inoki Azmi Purnomo sempat mempertanyakan siapa kader yang dimaksud dan apakah sudah beralih resmi dengan memiliki kartu tanda anggota partai lain. Namun, saat disebutkan nama-nama yang pindah, dia hanya memberi respons singkat. "InsyaAllah PAN di Sleman tambah kompak dan kuat," ujarnya lewat pesan WhatsApp. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita