Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada Lahan untuk Tol Jogja-Bawen Belum Bisa Dibebaskan gegara Tanah Dijaminkan di Bank

Delima Purnamasari • Rabu, 15 April 2026 | 23:45 WIB
Konstruksi Tol Jogja-Bawen seksi 1 di Banyurejo, Tempel
Konstruksi Tol Jogja-Bawen seksi 1 di Banyurejo, Tempel

 

 

 

SLEMAN - Pembebasan lahan untuk Tol Jogja-Bawen terus dikebut. Termasuk yang berada di seksi 1 ruas Jogjakarta-Banyurejo sepanjang 8,8 kilometer.

 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol 1.19, Dian Ardiansyah menyebut sisa lahan yang belum dibebaskan tinggal 14 bidang. "Sisanya itu di bawah 0,01 persen. Harapan kami pertengahan tahun ini selesai semua," katanya, Rabu (15/4).

Sisa lahan itu salah satunya karena masih berproses untuk konsinyasi. Ada warga terdampak yang memiliki hak tanggungan dan tanahnya dijaminkan di bank.

Baca Juga: ASN Bermedsos, DPRD Kulon Progo Ingatkan Jangan Lupa Tugas Utama

Sementara uang ganti rugi dari pihak tol hanya sekitar Rp 12 juta, tidak cukup untuk melunasi jumlah utang yang lebih besar. "Jadi dia enggak mampu melunasi. Satu-satunya cara harus dikonsinyasikan atau dititipkan di pengadilan," tambahnya.

Persoalan lain karena warga terdampak yang tidak mau melengkapi berkas kelengkapan pengadaan tanah meski selama ini sudah diusahakan. Sehingga sampai saat ini masih belum keluar hasil validasinya.

Persoalan lain karena ada tanah wakaf yang sampai saat ini masih berproses. Kini tinggal menunggu persetujuan lahan penggantinya atau ruislag yang dikeluarkan oleh kantor kemenag. Untuk tanah wakaf ini ada dua bidang terdampak yang berupa bangunan masjid dan musala.

Baca Juga: Hadapi Tiga Tim Papan Bawah, PSS Sleman Wajib Menang di Tiga Laga Sisa demi Tiket Promosi Langsung

"Jadi pelepasan wakaf itu bisa kalau sudah ada ruislag itu. Sampai saat ini belum terbit," katanya.

Walau demikian, Dian menyebut 14 bidang yang belum dibebaskan ini tidak mengganggu proses konstruksi. Lantaran desain tol yang dibuat elevated atau melayang. Berbeda jika konstruksi berupa timbunan yang pasti harus segera dibebaskan.

"Jadi di pinggir-pinggirnya yang ada tanah belum bebas. Hanya saja konstruksinya bisa terus jalan karena ke atas," tambahnya.

Baca Juga:  36 Tahun Struktur Crossway Justru Picu Banjir, Bersih Sampah tiap Pagi usai Hujan: Kini Warga Desak Jembatan Dibangun Ulang

Dia menyebut, jika ada 2.400 bidang tanah yang terdampak Tol Jogja-Bawen seksi 1 ini. Jumlah ini cukup banyak dengan adanya penambahan lahan dari awal perencanaan.

Hal ini karena desainnya yang dibuat melayang di atas demi melindungi Selokan Mataram. Jadi perlu dilakukan pelebaran agar kaki-kaki konstruksi tidak mengganggu saluran irigasi yang sudah jadi situs bersejarah ini.

"Seksi satu ini memang berada di wilayah Jogja, tapi ada sebagian kecil sekali yang sudah masuk di Magelang," tambahnya. (del/pra)

Editor : Heru Pratomo
#konsinyasi #Banyurejo #pembebasan lahan #tol jogja-bawen #ppk