SLEMAN - Kebakaran pada bangunan bekas kandang puyuh di Padukuhan Tanjungtirto, Kalitirto, Berbah, Sleman terjadi pada Senin (13/4) sekitar pukul 15.00. Bangunan seluas 5x9 meter ini merupakan milik warga setempat berinisial NF, 54, yang sehari-hari bekerja sebagai ibu rumah tangga.
Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro menjelaskan, di dalam bangunan beratap bambu dan asbes ini terdapat 13 kandang, satu boks pembesaran bibit, dan barang-barang bekas pakai. Api juga merembet ke atap kamar tidur belakang yang menempel di gudang ini. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 20 juta.
Baca Juga: Bocah Empat Tahun asal Sleman Kibarkan Merah Putih di Thailand
Kebakaran diketahui saat pemilik rumah sedang menerima tamu petugas pendamping program keluarga harapan (PKH) yang melakukan pendataan penerima bantuan Iuran BPJS. Lalu tiba-tiba mendengar suara letupan seperti orang memasak yang berasal dari gudang, padahal gudang tersebut tidak digunakan untuk memasak.
"Pemilik rumah dan tamu curiga sehingga mengecek ke arah sumber suara. Ternyata gudang bekas kandang puyuh yang berada di bagian belakang rumah sudah terbakar," kata Argo lewat keterangan resmi, Senin (13/4).
Kejadian ini ditangani oleh empat unit pemadam yang datang pada pukul 15.20. Terdiri dari satu pemadam dari Bantul dan tiga unit pemadam dari Kabupaten Sleman. Pemadaman turut dibantu oleh personel Polsek Berbah dan relawan. Lalu pada pukul 15.45 api berhasil dipadamkan.
Menurut Argo, barang bekas di dalam gudang memang mempermudah penyebaran api. Meski demikian, sumber api belum diketahui secara pasti karena pada saat dicek, api sudah besar membakar tumpukan barang bekas. Atas kejadian ini dia mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah insiden serupa. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan instalasi listrik berkala dan menyimpan bahan yang mudah terbakar dengan aman.
"Termasuk menyediakan alat pemadam api ringan atau APAR di tempat yang mudah terjangkau," tandasnya. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita