Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Luncurkan 2 Awan Panas Guguran dan 36 Kali Guguran Lava, Status Siaga Level III Tetap Berlaku

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 12 April 2026 | 05:48 WIB
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.

 Sleman – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi sepanjang Sabtu (11/4/2026). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat dua kali awan panas guguran (APG) serta puluhan guguran lava yang mengarah ke sektor barat daya dan selatan.

Menurut laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 11 April 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, asap kawah bertekanan lemah berwarna putih tebal teramati mencapai tinggi 475–525 meter di atas puncak kawah. Cuaca di sekitar gunung cerah hingga mendung dengan angin bertiup tenang hingga lemah ke arah barat, selatan, dan timur. Curah hujan tercatat mencapai 20 mm per hari. 

Rincian Kejadian SeismikSelama 24 jam tersebut, BPPTKG merekam:  

2 kali awan panas guguran dengan amplitudo 8–22 mm dan durasi 148,84–166,65 detik. Dua APG ini meluncur ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.  

151 kali guguran dengan amplitudo 2–31 mm dan durasi 35,77–195,17 detik.  

88 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2–37 mm.  

1 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 23 mm.

Baca Juga: Arsenal 1-2 Bournemouth, The Cherries Berikan Pukulan Telak Dalam Upaya The Gunners Raih Gelar Premier League

Selain itu, teramati 36 kali guguran lava yang mengarah ke barat daya, meliputi Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Boyong, dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.  

Aktivitas ini menegaskan bahwa suplai magma ke permukaan masih berlangsung, sehingga berpotensi memicu awan panas guguran lebih lanjut di dalam daerah potensi bahaya.

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Potensi bahaya saat ini meliputi: Guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya: Sungai Boyong maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km.

Baca Juga: Petani Punk Gunungkidul Menjadi Kontrol Sosial di Dapur MBG, Berhasil Gerakkan Ratusan Pemuda Dusun untuk Garap Lahan Pertanian

Sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km, Sungai Gendol 5 km.  

Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

BPPTKG memberikan beberapa rekomendasi penting kepada masyarakat:

Tidak melakukan kegiatan apapun di dalam daerah potensi bahaya.  

Mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan deras di sekitar Gunung Merapi.  

Mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi.  

Baca Juga: WFH ASN Mulai Jalan, Pakar Kebijakan Publik UGM Ingatkan Risiko Turunnya Produktivitas dan Potensi Gangguan Kinerja

Selalu mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan PVMBG jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.

Masyarakat di kawasan rawan bencana (KRB) Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten diimbau tetap tenang namun waspada.

Laporan ini disusun oleh tim BPPTKG (Suratno & Yulianto) berdasarkan data pemantauan visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunung Merapi. Sumber: BPPTKG – KESDM, Badan Geologi, PVMBG (https://magma.esdm.go.id). (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi hari ini #awan panas guguran #Merapi Hari Ini #Kabupaten Sleman #lava pijar