Sleman – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi sepanjang Jumat (10/4/2026). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat 140 kali guguran dan 43 kali luncuran lava pijar ke arah Kali Krasak serta Kali Sat/Putih dengan jarak maksimum 1.800 meter.
Menurut laporan MAGMA-VAR BPPTKG periode pengamatan 00.00-24.00 WIB, asap kawah bertekanan lemah berwarna putih tebal teramati mencapai tinggi 150-250 meter di atas puncak kawah. Visibilitas gunung jelas hingga kabut level 0-III, dengan cuaca cerah hingga berawan dan angin tenang ke arah barat-timur.
Selain guguran, BPPTKG juga mendeteksi:
63 kali gempa hybrid/fase banyak
2 kali gempa vulkanik dangkal
3 kali gempa tektonik jauh
Volume curah hujan tercatat 17 mm per hari, sehingga potensi lahar dingin perlu diwaspadai.Status Gunung Merapi masih Level III (Siaga) dan tidak mengalami perubahan signifikan.
Baca Juga: Duta Ngopo Jalani Sidang, Diminta Pilih Hukuman Penjara Dua Bulan atau Sanksi Sosial
Kepala BPPTKG dalam rekomendasi resminya menegaskan potensi bahaya utama berupa guguran lava dan awan panas guguran (APG):
Sektor selatan-barat daya: Sungai Boyong maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km.
Sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km, Sungai Gendol 5 km.
Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif: radius 3 km dari puncak.
Baca Juga: Antisipasi Disalahartikan Libur Panjang, Pemprov DIY Ubah Rencana WFH dari Hari Jumat ke Rabu
“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” tulis laporan tersebut.
BPPTKG mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan kegiatan apapun di dalam daerah potensi bahaya. Warga juga diminta mewaspadai bahaya lahar dan APG terutama saat hujan di sekitar Merapi, serta mengantisipasi gangguan abu vulkanik.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Masyarakat di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten diharapkan terus memantau informasi resmi dari BPPTKG dan PVMBG melalui situs magma.esdm.go.id atau akun media sosial resmi.
Pantau terus update Gunung Merapi di RadarJogja.jawapos.com untuk informasi terkini dan akurat dari sumber resmi. Keselamatan warga adalah prioritas utama. (Sumber: Laporan BPPTKG via MAGMA ESDM, 10 April 2026. Penyusun: Yulianto)
Editor : Iwa Ikhwanudin