Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tiga Sumur di Turi Tercemar Limbah SPPG, DLH Sebut Dampak Kotoran Cair dalam Tanah Sulit Dipulihkan

Delima Purnamasari • Jumat, 10 April 2026 | 15:00 WIB
Sumur warga yang tercemar berwarna hitam dan penuh kotoran - Delima Purnamasari/Radar Jogja
Sumur warga yang tercemar berwarna hitam dan penuh kotoran - Delima Purnamasari/Radar Jogja

SLEMAN - Tiga sumur warga di Padukuhan Kendal, Bangunkerto, Turi, Sleman tercemar limbah dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman Sugeng Riyanta menyebut sudah dilakukan berbagai upaya penanganan.

Salah satunya dengan penyedotan tiga sumur terdampak pada Selasa (17/3) lalu. Hanya saja hasilnya tetap belum bersih. Jika hujan turun maka kotoran berupa minyak dan bau akan kembali lagi. 

"Sudah disedot sampai habis airnya, tapi setelah hujan muncul minyak lagi. Kondisi terparah ada di rumah paling barat," katanya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Jumat (10/4). 

Sugeng menyebut, panewu juga telah mengambil langkah dengan menyurati pihak SPPG agar segera menindaklanjuti kesepakatan yang telah dibuat dengan masyarakat. Dia menilai jika dimungkinkan dan tersedia jaringannya warga terdampak dapat disambungkan dengan perusahaan daerah air minum (PDAM). Agar kebutuhan air bersih bisa dipenuhi. 

"Memang kalau limbah cair sudah terlanjur menyebar di dalam tanah sulit untuk pemulihannya," tambahnya. 

Baca Juga: Link Live Streaming BRI Super League PSIM Jogja vs PSM Makassar, Upaya Laskar Mataram Kembali ke Jalur Positif

Dia berharap peristiwa ini agar menjadi perhatian bagi SPPG. Apalagi pernah ada laporan bahwa operasional dapurnya menimbulkan suara bising karena beroperasi pada dini hari. Seluruh SPPG dia sebut memiliki kewajiban dalam pengelolaan limbah cair maupun limbah padat berupa sampah. 

"Apabila melalui mekanisme perizinan operasional pasti ada beberapa persyaratan teknis yang harus dipenuhi," katanya. 

Sementara itu, Dukuh Kendal Agus Dwi Subekti menjelaskan, persoalan cemaran ini mulai dilaporkan warga sejak November 2025 lalu. Setelah itu dilakukan berbagai upaya penanganan dengan mengundang perangkat setempat dan warga terdampak. 

"Warga intinya ingin sumur bisa dipakai kembali. Lalu selama tidak bisa dipakai ada kompensasi," katanya. 

Saat sumur tidak digunakan dia menyebut salah satu opsi yang diberikan adalah menggunakan mata air milik RT. Sumbernya berasal dari wilayah atas yang disalurkan menggunakan gaya gravitasi. Sayangnya, alirannya tidak begitu lancar sehingga tiga rumah warga terdampak terpaksa meminta air dari tetangga maupun saudaranya. 

"Awal-awal itu sempat pindah mandinya juga. Tapi sekarang sudah lebih terkondisi," ucapnya. 

Agus membenarkan bahwa opsi yang diberikan SPPG saat ini adalah pembuatan sumur bor. Hanya saja hal ini masih dilakukan koordinasi untuk memastikan bahwa airnya nanti bisa benar-benar layak digunakan. Harapannya pencemaran tidak sampai di lapisan bawah sehingga airnya bisa steril. 

Baca Juga: Pemkab Bantul Mulai Jalankan WFH, ASN Beralih Bersepeda Yang Kerja Dari Rumah Ponsel Wajib Aktif

"Memang karena penyedotan itu lama dan membutuhkan biaya banyak. Jadi mungkin bisa diganti sumur bor," ujarnya. (del)

Editor : Bahana.
#sumur turi tercemar limbah #limbah sppg cemari sumur #Yogyakarta #Sleaman