Sleman – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi. Sepanjang Rabu (8/4/2026), BPPTKG mencatat satu kali awan panas guguran (APG) dan ratusan guguran lava yang meluncur ke arah sungai-sungai di sektor barat daya.
Menurut laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 08 April 2026 pukul 00.00–24.00 WIB yang dirilis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), visual gunung tampak jelas dengan kabut level 0-II hingga 0-III. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih tipis teramati mencapai tinggi 200 meter di atas puncak kawah.
Awan Panas Guguran: 1 kali, amplitudo 25 mm, durasi 122,79 detik. Awan panas ini meluncur ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1.100 meter.
Guguran Lava: 164 kali, amplitudo 2–41 mm, durasi 31,33–192,59 detik. Teramati 29 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Gempa hybrid/fase banyak tercatat 83 kali, gempa vulkanik dangkal 1 kali, dan gempa tektonik jauh 1 kali.
Baca Juga: Cegah Bantuan Salah Sasaran, Disdukcapil Kabupaten Magelang Perkuat Skema Satu Data
Cuaca di sekitar Merapi cerah hingga berawan diselingi hujan dengan volume curah hujan 22 mm per hari. Angin bertiup tenang ke berbagai arah, suhu udara berkisar 18,8–24,07 °C, kelembaban 82–98,7 %, dan tekanan udara 872,6–917,7 mmHg.Status Tetap Level III (Siaga)
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, sehingga berpotensi memicu awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Rekomendasi BPPTKG untuk Warga dan Wisatawan Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran pada sektor selatan-barat daya meliputi:
Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km
Baca Juga: Jangan Hanya Bergantung Pemerintah, LPMD di Purworejo Diminta Gali Potensi Desa
Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km
Sektor tenggara: Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km
Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat dilarang melakukan kegiatan apapun di dalam daerah potensi bahaya.
Waspadai bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat hujan di sekitar Gunung Merapi.
Antisipasi gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi.
Apabila terjadi perubahan aktivitas signifikan, tingkat aktivitas akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin