Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Aktivitas Gunung Merapi 6 April 2026: 149 Kali Guguran dan 15 Luncuran Lava, Status Masih Siaga Level III

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 7 April 2026 | 00:26 WIB
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

 SLEMAN – Aktivitas masih tergolong tinggi berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan 6 April 2026 pukul 00.00–24.00 WIB. Status gunung api yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah ini tetap berada pada Level III atau Siaga.

Secara meteorologi, kondisi di sekitar Merapi didominasi cuaca berawan hingga hujan dengan curah hujan tercatat mencapai 57 mm per hari. Suhu udara berkisar antara 18,5 hingga 24,2 derajat Celsius dengan kelembaban tinggi, yakni 88,7–100 persen.

Dari pengamatan visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah terpantau berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai 200 meter di atas puncak.

Sementara itu, aktivitas kegempaan menunjukkan angka yang cukup signifikan. Tercatat sebanyak 149 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–32 mm dan durasi hingga 175 detik. Selain itu, terjadi 103 gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo hingga 49 mm.

BPPTKG juga melaporkan adanya 15 kali guguran lava yang mengarah ke barat daya, tepatnya ke Kali Krasak dan Kali Sat/Putih, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter.

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang berpotensi memicu awan panas guguran di dalam wilayah bahaya,” tulis BPPTKG dalam laporan resminya.

Potensi bahaya saat ini masih didominasi oleh guguran lava dan awan panas pada sektor selatan hingga barat daya, meliputi aliran Sungai Boyong sejauh 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km. Sedangkan di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km.

Selain itu, material vulkanik dari letusan eksplosif berpotensi menjangkau radius hingga 3 km dari puncak.

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar Merapi.

Warga juga diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu seiring aktivitas erupsi.

BPPTKG menegaskan bahwa jika terjadi perubahan signifikan pada aktivitas Merapi, maka status aktivitas akan segera ditinjau ulang.

Laporan ini disusun oleh petugas BPPTKG, Alzwar Nurmanaji dan Erwin Widyon, berdasarkan data dari Kementerian ESDM, Badan Geologi, dan PVMBG. (iwa) 

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi hari ini #awan panas guguran #Merapi Hari Ini #lava pijar gunung merapi #Kabupaten Sleman