SLEMAN - Tiga ruang kelas SDN Nglarang, Tlogoadi, Mlati, Sleman yang terdampak Tol Jogja-Solo paket 2.2 akan segera dirobohkan. Pembongkaran ruang kelas 4, 5, 6 ini rencananya akan dilakukan pada pada 24 April hingga 4 Mei menunggu siswa menjalani ujian. Sementara menunggu sekolah baru selesai dibangun, siswa yang terdampak akan belajar sementara di aula sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Mustadi menjelaskan, tidak ada perbedaan mekanisme untuk belajar-mengajar. Rencananya aula ini akan dibuat sekat dan siswa tetap belajar menggunakan meja kursi seperti biasa. Hanya saja untuk mengantisipasi debu dari proyek, pihaknya akan membagikan masker setiap hari.
Baca Juga: Dua Bocah Hilang Terseret Ombak di Pantai Setrojenar sejak Kamis, Pencarian Masih Terus Dilakukan
"Memang harus membagikan masker. Kami akan koordinasi dengan dinas kesehatan sebagai antisipasi debu," katanya dihubungi Jumat (3/4).
Menurut Mustadi, pihak kontraktor telah berkomitmen untuk mengurangi kebisingan dan mengurangi debu selama proses pembangunan tol. Selain itu, akan dibangun pagar pembatas agar siswa tetap merasa aman dan nyaman. Dia menjelaskan sebenarnya ada opsi untuk memindahkan para siswa ke SDN Tlogoadi 1. Tetapi hal ini tidak disepakati karena wali murid menilai lokasinya yang jauh dibanding sekolah lama.
Baca Juga: Susunan Pemain Resmi Dewa United vs PSIM Jogja, Siapa Yang Akan Amankan 3 Poin?
Dia menegaskan, untuk sekolah baru akan segera dilakukan pembangunan. Saat ini masih berproses untuk administrasi penggunaan tanah untuk sekolah baru. Lantaran berstatus tanah kas desa maka diperlukan izin hingga keraton.
"Untuk pembangunan sekolah baru butuh waktu sekitar empat sampai lima bulan," katanya.
Menurut Mustadi, bangunan yang terdampak tol memang hanya sebagian saja. Rencananya bangunan sekolah yang tersisa akan dimanfaatkan sebagai sekretariat korwil pendidikan di kapanewon.
Baca Juga: Link Live Streaming BRI Super League Dewa United vs PSIM Jogja Jumat 3 April 2026
Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Dona Saputra Ginting menyebut, anggaran pembangunan SDN Nglarang akan dikolaborasikan antara pihak tol dengan Pemerintah Kabupaten Sleman. Untuk dana dari pihak tol ganti ruginya sekitar Rp 3,17 miliar, tetapi kepastiannya masih dihitung berdasar detail engineering design (DED) oleh Jasa Marga dan Adhi Karya. Lantaran ada perubahan bentuk tapak menyesuaikan sertifikat tanahnya.
Sementara untuk pendampingan dari APBD, akan diperhitungkan sesuai kebutuhan setelah berdiskusi dengan BKAD dan DPUPKP. "Secara umum semua berjalan lancar. Prosesnya terkendali dan on the track. Semoga tahun ini SDN Nglarang bisa menggunakan sekolah baru yang lebih bagus," tambahnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita