SLEMAN - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman berencana meratakan lahan perbukitan di tempat pemakaman umum (TPU) Seyegan. Hal ini dilakukan agar lokasi bisa dimanfaatkan dengan lebih optimal.
Kepala Bidang Perumahan DPUPKP Sleman Suwarsono mengatakan, lahan yang berbukit ini perlu dilakukan pemangkasan agar bisa difungsikan. Proses optimalisasi lahan milik Bumi Sembada ini diharapkan bisa menambah satuan ruang makam.
“Bagian yang berbukit ini kami ratakan. Nanti ada ada pekerjaan cutting, talud, dan sebagainya,” kata Suwarsono, Selasa (31/3).
Baca Juga: Retribusi Ganda di Parangtritis Dikeluhkan, Pemkab Gunungkidul dan Bantul Sepakat Benahi Pelaksanaan di Lapangan, Petugas Pemungut Retribusi Akan Dibina
Dia sebut saat ini proyek masih berada pada tahap penyusunan detail engineering design (DED). Targetnya, dokumen perencanaan tersebut rampung pada April. Setelah itu, proses pengadaan dan kontrak fisik diperkirakan bisa dimulai sekitar Juli. Karena itu, untuk luas pasti area yang akan diratakan belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil perencanaan. Proyek ini menjadi salah satu upaya pemerintah kabupaten dalam mengantisipasi keterbatasan lahan pemakaman.
Baca Juga: Supinah Kenang Kepergian Anaknya Praka Farizal Rhomadhon, Cerita Berlindung di Bunker hingga Rencana Kepulangan Mei
Sementara itu, Kepala Subbagian Administrasi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) DPUPKP Sleman, Retno Handayani mengatakan, TPU Seyegan memiliki kapasitas 5.000 satuan ruang makam dan beroperasi sejak 2008 dengan luas sekitar 5,1 hektare. Sementara TPU Madurejo Prambanan memiliki kapasitas hampir sama dengan luas 7,1 hektare dan beroperasi sejak 2016. TPU Madurejo sendiri terdiri dari permakaman umum, permakaman tumpang, serta permakaman khusus pasien Covid-19. Sedangkan, TPU Seyegan digunakan untuk permakaman umum, pengungsi, campuran, serta korban erupsi Gunung Merapi. (del)