SLEMAN - Sleman Dalane Padang jadi salah satu program unggulan Bumi Sembada. Dalam pemenuhan kebutuhan penerangan jalan umum (PJU), untuk ruas jalan digunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Nantinya pemerintah cukup membayar biaya layanan. Namun, mekanisme ini tidak digunakan dalam pengadaan PJU permukiman.
Kepala Dinas Perhubungan Sleman Heri Kuntadi menjelaskan, secara aturan memang mekanisme KBPU bisa digunakan. Hanya saja untuk PJU permukiman masih fokus menggunakan APBD. Pada 2026 sendiri direncanakan pengadaan 3.989 titik dengan anggaran Rp 21,1 miliar.
Baca Juga: Papan Tengah Belum Jaminan Aman, PSIM Jogja Masih Dibayangi Risiko di Sisa Delapan Laga
Program ini, lanjutnya, diselenggarakan lewat sepuluh paket pekerjaan. Selain itu, akan dibangun sepuluh PJU tenaga surya sebagai bagian penggunaan energi terbarukan. "Memang untuk KPBU belum sampai untuk pengadaan PJU permukiman," katanya dikonfirmasi Minggu (29/3).
Saat ini, masih dilakukan penghitungan terkait kebutuhan total PJU permukiman ini karena jumlahnya yang banyak. Heri menghitung kasar jika satu padukuhan terdiri dari tiga RT saja, sementara satu RT bisa memerlukan sepuluh PJU. Padahal, Kabupaten Sleman memiliki 1.212 padukuhan.
Baca Juga: Wah, Longsor Susulan di Tanjakan Clongop Terjadi Tiga Kali dalam Sepekan: Didominasi Tanah Tua
"Pendataan kami melibatkan banyak pihak untuk mengkoordinasikan sampai detail. Ini masih berproses," ujarnya.
Dia mengaku optimis seluruh kebutuhan PJU ini bisa dipenuhi dalam lima tahun. Agar nantinya visi bupati dan wakil bupati bisa dipenuhi. Pembangunan PJU sendiri akan dilakukan di seluruh wilayah. Dengan prioritas lokasi rawan kecelakaan, akses layanan publik, kawasan pariwisata, serta permukiman padat penduduk.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, berkomitmen untuk memenuhi program Sleman Dalane Padang ini. Dia ingin agar penentuan titik PJU tidak asal dengan tetap mengoptimalkan anggaran yang ada. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita