SLEMAN - Arus mudik dan balik selama Lebaran 2026 turut meningkatkan jumlah sampah di Kabupaten Sleman. Dari timbulan harian 600 ton terjadi peningkatan sebesar 10-15 persen. Penambahan itu sekitar 60 hingga 90 ton.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Sugeng Riyanta menjelaskan, penambahan ini mayoritas berupa sampah organik. Kebanyakan berada di lokasi-lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya orang, seperti destinasi wisata dan terminal.
Walau demikian, untuk sampah yang masuk ke tiga tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) masih lebih rendah dibanding hari biasa. Hal ini dimungkinkan karena sampah belum sampai di transfer depo.
Total petugas TPST, lanjutnya, juga tidak ada penambahan. Jumlahnya sama yakni 324 personel. Terdiri dari operator, pengumpul sampah, maupun pengangkutan sampah. "TPST libur ketika hari H Lebaran saja. Jumat, Sabtu, dan Minggu," tambahnya.
Meski demikian, dia menyebut tidak ada libur untuk kegiatan penyapuan khususnya titik-titik yang jadi pusat keramaian. Sampah yang dihasilkan dari penyapuan ini sementara ditransitkan ke transfer depo, ketika TPST beroperasi baru dilakukan pengolahan.
Dia menilai jumlah peningkatan sampah saat lebaran ini memang tidak begitu signifikan. Ini dipengaruhi adanya imbauan secara nasional untuk mudik minim sampah dan meningkatnya kesadaran dari masyarakat.
Baca Juga: Tantang PSS Sleman, Kendal Tornado FC Tancap Gas Setelah Libur Demi Incar Kemenangan di Solo
"Kemungkinan akhir minggu ini baru ada penambahan sampah masuk ke TPST," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto menjelaskan, telah diterbitkan Surat Edaran Kepala Dinas tentang penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman dan menyenangkan pada periode libur Lebaran 1447 H.
Salah satunya untuk mengelola sampah dan limbah yang timbul dari aktivitas di destinasi wisata, desa wisata, dan usaha jasa pariwisata.
"Hal ini untuk menjamin kelestarian, kebersihan dan keasrian lingkungan," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita