SLEMAN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan Sleman (DIY), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah) masih menunjukkan tren tinggi. Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan Minggu, 22 Maret 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, tercatat ratusan kejadian gempa vulkanik disertai guguran lava ke sektor barat daya.
Secara visual, gunung teramati jelas hingga kabut level 0-III. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi mencapai 150 meter di atas puncak kawah.
Data kegempaan mencatat:
- Guguran sebanyak 133 kali (amplitudo 2-16 mm, durasi 23,58-190,24 detik)
- Hybrid/Fase Banyak 106 kali (amplitudo 2-47 mm, durasi 11,99-55,9 detik)
- Vulkanik Dangkal 4 kali (amplitudo 10-21 mm, durasi 11,52-13,08 detik)
- Tektonik Jauh 2 kali (amplitudo 4-22 mm, durasi 78,49-230,8 detik)
Teramati 26 kali guguran lava mengalir ke arah barat daya, tepatnya ke Kali Sat/Putih dan Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.
Kondisi meteorologi sekitar gunung berupa cuaca cerah hingga hujan, angin tenang hingga lemah ke barat dan timur, suhu udara 17,1-26,7 °C, kelembaban 62,9-99%, tekanan udara 872-916,5 mmHg, serta curah hujan 26 mm/hari.
Status aktivitas Gunung Merapi tetap berada pada Level III (Siaga). Suplai magma masih berlangsung, sehingga berpotensi memicu awan panas guguran (APG) di dalam zona potensi bahaya.
Rekomendasi BPPTKG kepada masyarakat:
1. Potensi bahaya utama berupa guguran lava dan awan panas guguran di sektor selatan-barat daya: Sungai Boyong maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km. Sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Lontaran material vulkanik jika letusan eksplosif bisa menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya.
3. Waspadai bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat hujan di sekitar Gunung Merapi.
4. Antisipasi gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi.
5. Jika terjadi perubahan aktivitas signifikan, tingkat aktivitas akan segera ditinjau ulang.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan PVMBG melalui situs magma.esdm.go.id atau media sosial resmi PVMBG.
Laporan ini disusun oleh Erwin Widyon berdasarkan data KESDM, Badan Geologi, PVMBG, dan BPPTKG. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin