YOGYAKARTA, 19 Maret 2026 – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi pada Rabu (18 Maret 2026). Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan 00.00–24.00 WIB, tercatat 143 kali guguran lava, 80 kali gempa hybrid/fase banyak, serta 31 kali luncuran lava pijar ke arah barat daya dengan jarak maksimum 2.000 meter menuju Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak.
Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih tebal teramati setinggi 100 meter di atas puncak kawah, sementara visual gunung jelas hingga kabut level 0-III. Cuaca sekitar gunung berawan hingga cerah dengan angin lemah ke timur, suhu udara 18,4–27,6 °C, dan kelembaban tinggi mencapai 97,6%.Data kegempaan juga mencatat:Guguran : 143 kali (amplitudo 2–36 mm, durasi 28,94–219,73 detik)
Low Frekuensi : 1 kali (amplitudo 5 mm, durasi 14,03 detik)
Hybrid/Fase Banyak : 80 kali (amplitudo 2–41 mm, durasi 7,93–86,7 detik)
Vulkanik Dangkal : 5 kali (amplitudo 5–80 mm, durasi 16,47–43,83 detik)
Kepala Pos Pengamatan BPPTKG Erwin Widyon dalam laporan resmi menyatakan suplai magma masih berlangsung, berpotensi memicu awan panas guguran (APG) di dalam zona potensi bahaya. Status aktivitas Gunung Merapi tetap pada Level III (Siaga).
Rekomendasi BPPTKG kepada masyarakat:
Hindari segala aktivitas di daerah potensi bahaya, termasuk Sungai Boyong (maks 5 km), Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (maks 7 km), Sungai Woro (maks 3 km), dan Sungai Gendol (maks 5 km).
Waspadai bahaya lahar hujan dan awan panas guguran, terutama saat hujan deras di sekitar Gunung Merapi.
Antisipasi gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif (radius lontaran 3 km dari puncak).
Jika terjadi perubahan aktivitas signifikan, status akan segera dievaluasi ulang.
Masyarakat di lereng Merapi, khususnya di Sleman (DIY), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah), diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.
Pantau terus informasi resmi dari BPPTKG melalui situs magma.esdm.go.id atau media sosial PVMBG.Berita ini disusun berdasarkan laporan harian resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin