Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Kembali Menggeliat: 135 Kali Guguran Lava dan 30 Luncuran ke Kali Bebeng, Status Siaga Level III Dipertahankan

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 18 Maret 2026 | 07:24 WIB

Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.

SLEMAN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih menunjukkan peningkatan signifikan. Pada periode pengamatan Selasa, 17 Maret 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat 135 kali guguran lava dengan amplitudo 2-42 mm dan durasi hingga 231,59 detik.

Selain itu, teramati 97 kali gempa hybrid/fase banyak (amplitudo 2-44 mm, durasi 10,57-75,01 detik), 1 kali vulkanik dangkal, dan 1 kali tektonik jauh. Yang paling mencolok, terjadi 30 kali guguran lava mengarah ke barat daya, tepatnya ke alur Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter.

Secara visual, gunung tampak jelas meski sesekali diselimuti kabut 0-II hingga 0-III. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tebal terpantau setinggi 150 meter di atas puncak kawah. Cuaca cerah hingga mendung, angin tenang ke timur, suhu udara 17,9-26,9 °C, kelembaban 59,5-99%, dan tekanan udara 872,3-918,6 mmHg.

Status aktivitas Gunung Merapi tetap berada pada Level III (Siaga). BPPTKG menegaskan suplai magma masih berlangsung, berpotensi memicu awan panas guguran (APG) di dalam zona bahaya.

Potensi Bahaya dan Rekomendasi Penting

- Guguran lava dan APG berpotensi mengarah ke sektor selatan-barat daya: Sungai Boyong maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km.  

- Sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km, Sungai Gendol 5 km.  

- Lontaran material vulkanik jika letusan eksplosif: radius 3 km dari puncak.  

Masyarakat diminta:  

1. Tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya.  

2. Waspadai bahaya lahar dan APG, terutama saat hujan deras di sekitar Merapi.  

3. Antisipasi gangguan akibat abu vulkanik jika erupsi berlangsung.  

4. Ikuti perkembangan resmi, karena status bisa ditinjau ulang jika aktivitas berubah signifikan.

Laporan ini disusun oleh Ngadiyo dan Tri Mujiyanta dari BPPTKG, berdasarkan data Kementerian ESDM, Badan Geologi, dan PVMBG. Pantau update terkini melalui https://magma.esdm.go.id atau media sosial resmi PVMBG di https://linktr.ee/PVMBG.

Warga di Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, dan sekitarnya diimbau tetap tenang namun waspada. Hindari zona merah dan ikuti arahan petugas.

Berita ini disiarkan untuk kewaspadaan bersama. Tetap update informasi resmi dari sumber terpercaya. (iwa) 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi hari ini #Merapi Hari Ini #lava pijar gunung merapi #awan panas guguran gunung merapi