Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Siaga: Luncurkan 98 Kali Guguran Lava Sejauh 1.900 Meter ke Kali Sat/Putih

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 14 Maret 2026 | 02:02 WIB

Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.

SLEMAN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berstatus Siaga (Level III) masih terus menunjukkan intensitas tinggi. Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode Jumat (13/3/2026) pukul 00:00-24:00 WIB, gunung yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah ini meluncurkan puluhan kali guguran lava dengan jarak luncur mencapai hampir 2 kilometer.

Dalam periode pengamatan 24 jam tersebut, tercatat 98 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-34 mm dan durasi antara 28 hingga 221 detik. Selain itu, terekam pula 78 kali gempa hybrid/fase banyak serta 1 kali gempa tektonik jauh.

Guguran Lava Dominan ke Kali Sat/Putih

Secara visual, gunung dengan ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal mencapai tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

"Teramati 6 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter," demikian keterangan tertulis dari petugas pos pengamatan Gunung Merapi, Jumat (13/3).

Kondisi meteorologi di sekitar puncak tercatat cuaca cerah, berawan, mendung, hingga hujan. Angin bertiup tenang dan lemah ke arah timur dengan suhu udara berkisar 16,5-26,1 derajat Celcius.

Radius Bahaya dan Rekomendasi BPPTKG

Menyikapi masih tingginya aktivitas vulkanik tersebut, BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas yang perlu diwaspadai, terutama di sektor selatan-barat daya.

Berikut rincian daerah potensi bahaya yang direkomendasikan:

· Sektor Selatan-Barat Daya: Mencakup Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.

· Sektor Tenggara: Meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km.

Baca Juga: Pesantren Jurnalistik, Warga SMPN 1 Buluspesantren Diajak Memahami Informasi secara Kritis

· Radius Ledakan Eksplosif: Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya," tegas laporan tersebut.

Imbauan untuk Masyarakat

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Selain itu, kewaspadaan terhadap bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) perlu ditingkatkan, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.

Warga juga diminta untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi. BPPTKG akan segera meninjau kembali tingkat aktivitas jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi MAGMA Indonesia milik Kementerian ESDM, Badan Geologi, dan PVMBG di https://magma.esdm.go.id/v1/gunung-api/laporan serta media sosial resmi PVMBG. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi hari ini #Merapi Hari Ini #lava pijar gunung merapi #awan panas guguran gunung merapi