SLEMAN – Tak sedikit ruas jalan kabupaten di Sleman mulai rusak karena usia konstruksi yang sudah tua.
Rata-rata jalan telah berumur lebih dari sepuluh tahun sehingga membutuhkan perbaikan dan peningkatan untuk menjaga kemantapan infrastruktur jalan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Fauzan Ma’aruf mengatakan, salah satunya adalah Jalan Raya Berbah Utara yang dilakukan peningkatan pada 2010.
Kini usianya praktis sudah memasuki umur 16 tahun. Begitu juga dengan ruas Jalan Serut hingga Krikilan, peningkatan terakhir dilakukan sekitar 28 tahun lalu.
"Jalan Serut hingga Krikilan sepanjang satu kilometer masuk dalam pekerjaan tahun 2026. Anggaran Rp 2,6 miliar," katanya ditemui di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (12/3/2026).
Fauzan menjelaskan, peningkatan jalan dalam jeda waktu lama dapat terjadi karena anggaran yang terbatas.
Untuk itu dana yang ada diprioritaskan pada jalan-jalan dengan kerusakan katagori berat.
Di sisi lain, memastikan kemantapan jalan saat ini jadi tantangan tersendiri dengan adanya pembangunan tol sebagai proyek strategis nasional.
Termasuk dari truk-truk muatan pasir dari lereng Merapi. Tidak bisa dipungkiri muatan yang melebihi batas, dia katakan turut berdampak pada kondisi jalan kabupaten.
Dia menyebut dalam waktu lima tahun ditargetkan kemantaban jalan di Bumi Sembada mencapai 80 persen. Naik tajam dari kondisi terkini yang baru 68 persen.
"Bina marga punya pekerjaan rumah banyak untuk menaikkan angka kemantaban jalan ini. Jadi akan kami kejar tiap tahunnya," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, perbaikan jalan memang jadi salah satu prioritasnya.
Dia yakin infrastruktur memadai akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
"Kalau ada jalan-jalan yang rusak, bisa langsung lapor, kami perbaiki," katanya. (del/wia)